- Neraca dagang Indonesia mencatat defisit sebesar USD 1.61 miliar pada Mei-26, mengakhiri rekor pencatatan surplus dagang selama periode 72 bulan.
- Ekspor merekam performa lesu (-8.30% MoM, -5.73% YoY) seiring perlambatan ekspor CPO (-26.85% MoM).
- Impor juga mencatat perlambatan (-1.59% MoM, +22.16% YoY) yang didorong turunnya hari kerja serta faktor musiman logam mulia.
- Impor barang modal dan bahan baku akselerasi secara tahunan, sejalan dengan pertumbuhan kredit produktif pada bulan yang sama.
- Ke depannya, ekspor berpotensi terhambat beberapa hal; posisi 'hawkish' yang diadopsi Fed, transisi ke biodiesel B50, serta ketidakpastian sekitar kebijakan domestik.