Category News : {2E3BF15A-CA11-48C7-88FC-C1420F492808} - Riset ekonomi;
Sitecore.Data.Items.Item
Defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada Q2-2026 menyempit ke USD 0,5 miliar, dengan dua esktrem: transaksi berjalan mencatatkan defisit terburuk sepanjang sejarah sebesar USD 12,5 miliar (-3,3% dari PDB), sementara transaksi finansial mencatat surplus yang sangat tinggi sebesar USD 12,0 miliar.
- Defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada Q2-2026 menyempit ke USD 0,5 miliar, dengan dua esktrem: transaksi berjalan mencatatkan defisit terburuk sepanjang sejarah sebesar USD 12,5 miliar (-3,3% dari PDB), sementara transaksi finansial mencatat surplus yang sangat tinggi sebesar USD 12,0 miliar.
- Defisit transaksi berjalan sebagian besar didorong oleh peningkatan impor, dengan impor non-migas yang sejalan dengan pertumbuhan kredit yang kuat. Surplus transaksi finansial ditopang oleh sektor publik melalui SRBI, obligasi global, dan liabilitas lainnya, yang mengimbangi besarnya arus keluar modal dari sektor swasta.
- Dengan imbal hasil jangka panjang global yang terus meningkat, penambahan utang menjadi semakin mahal. Oleh karena itu, Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk menarik arus masuk modal.
Share biar yang lain tahu