- Cadangan devisa Indonesia meningkat 0.7 miliar dolar AS bulan lalu, menjadi 137.1 miliar dolar AS. Kenaikan ini didorong oleh penerbitan utang pemerintah, serta aliran modal asing di bulan Juni.
- Namun, pasar modal sudah kembali kepada postur wait and see seiring dengan risiko pengetat kebijakan moneter oleh the Fed.
- Pada waktu yang sama, kebutuhan pendanaan pemerintah juga berpotensi meningkat akibat lonjakan kasus Covid. Upaya pendanaan akan dipersulit oleh likuiditas global yang mengetat.
- Semua faktor ini, serta harga minyak yang terus meningkat, akan menjadi faktor risiko untuk Rupiah kedepan.