Kembali ke halaman Keberlanjutan

Budaya Keberlanjutan

Nilai-nilai keberlanjutan dan operasional yang bertanggung jawab

Operasi yang Adil

BCA berkomitmen menerapkan prinsip tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) sebagai landasan untuk mewujudkan praktik bisnis berkeadilan dan bersih serta menghindari tindakan kecurangan. Beberapa aspek yang tercakup dalam konteks praktik bisnis berkeadilan antara lain terkait dengan antikorupsi, keterlibatan politik yang bertanggung jawab, persaingan usaha berkeadilan, upaya mendorong value chain untuk turut bertanggung jawab sosial dan lingkungan, serta terkait dengan hak kekayaan intelektual (HAKI).

Terkait antikorupsi, BCA memiliki Anti Fraud Statement Manajemen sebagai komitmen untuk menerapkan Kebijakan Zero Tolerance terhadap fraud. Untuk itu, BCA menerapkan kode etik dan kebijakan secara ketat. BCA akan mengambil tindakan tegas pelanggaran terhadap Kode Etik dan Perilaku Kepegawaian dengan memberikan sanksi sesuai kebijakan dan peraturan yang berlaku. Untuk memastikan kepatuhan Kode Etik dan Perilaku Kepegawaian, BCA mewajibkan karyawan menandatangani Employee Annual Disclosure Statement.

Sosialisasi anti fraud awareness, whistleblowing serta Kode Etik dan Perilaku Kepegawaian kepada seluruh karyawan dilakukan melalui berbagai jalur komunikasi. Beberapa di antaranya yaitu Buku Saku Kode Etik BCA, pelatihan, pembelajaran modul e-learning, video dan poster maupun sarana komunikasi lainnya. Kemudian, kepada rekan usaha dan nasabah, BCA melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai whistleblowing dan anti gratifikasi, antara lain melalui penyampaian surat anti gratifikasi minimal dua kali dalam setahun, informasi saluran whistleblowing BCA di berbagai media seperti situs web bca.co.id, Laporan Tahunan, perjanjian antara Bank dengan nasabah dan rekan usaha, dan melalui pendekatan lain.

BCA memiliki dan menerapkan manual/kebijakan Hak Milik Intelektual. Kebijakan ini bertujuan melindungi hak milik intektual BCA dan menanggulangi pelanggaran hak milik intelektual oleh pihak ketiga. Kebijakan ini juga bertujuan menciptakan kontrol dan akuntabilitas, serta menghargai hak kekayaan intelektual pihak ketiga.

Salah satu upaya BCA untuk turut menciptakan lingkungan bisnis yang bertanggung jawab sosial, yaitu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan internal dan eksternal dalam proses rantai nilai. BCA mendorong agar rekanan/supplier memperhatikan tanggung jawab sosial dengan menandatangani surat Penyataan Kepatuhan Rekanan BCA (BCA Partner Compliance Statement) yang menyatakan bahwa rekanan / supplier:

  • Tidak mempekerjakan pekerja dibawah umur (usia anak)
  • Tidak ada pekerja paksa
  • Memperhatikan kesehatan para pekerja
  • Memperhatikan keselamatan kerja para perkerja

Hak Asasi Manusia dan Ketenagakerjaan

BCA menghormati Hak Asasi Manusia dalam menjalankan usahanya. Hal tersebut salah satunya tercermin pada praktik tenagakerjaan BCA yang memperhatikan hak-hak karyawan dan memberikan perlindungan sosial di tempat kerja. Salah satu inisiatif kegiatan tanggung jawab sosial BCA yang terkait Hak Asasi Manusia (HAM) yaitu pelatihan dan pemberdayaan yang diberikan kepada penyandang disabilitas.

Pada tahun 2020, terdapat 13 tenaga alih daya penyandang disabilitas yang bekerja di Sentra Layanan Digital. Semua pekerja mendapatkan fasilitas kerja yang sama dengan lingkup pekerjaan yang disesuaikan dengan kemampuan. Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap PP No. 43 tahun 1998 tentang usaha meningkatkan kesejahteraan bagi kaum disabilitas.

BCA memandang sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu faktor penting kesuksesan perusahaan. Agar dapat menjadi institusi perbankan yang unggul, BCA perlu mengembangkan SDM yang kompeten dan andal. Tidak hanya itu, sebagai perusahaan yang bertanggung jawab sosial, BCA memahami pentingnya menghormati hak asasi manusia di lingkungan kerja agar karyawan merasa aman dan nyaman serta dapat bekerja dengan produktif.

Pada praktiknya, BCA memperhatikan hak-hak karyawan, seperti yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2019-2021.

Sebagai ilustrasi, salah satu hak karyawan yaitu kesempatan yang setara di tempat kerja tanpa memandang suku, agama, ras, golongan, maupun gender. Kesetaraan kesempatan kerja diberlakukan di seluruh tahapan ketenagakerjaan mulai dari proses rekrutmen, pengembangan kompetensi, evaluasi kinerja, remunerasi, hingga promosi.

Sejalan dengan tujuan lima pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), BCA memperhatikan kesempatan karir kaum perempuan dan menjadikannya sebagai salah sebagai salah satu prioritas perusahaan.

BCA memberikan kesempatan yang sama bagi kaum perempuan untuk mencapai jenjang karir tertinggi di perusahaan. Kesempatan karyawan untuk meraih posisi puncak didasarkan pada prestasi dan kinerja yang dipersyaratkan, tanpa diskriminasi. Saat ini, terdapat 61,3% pekerja perempuan di BCA dan 64,1% dari total pekerja perempuan mendapatkan kesempatan promosi. Per akhir tahun 2020, 613 kepala kantor cabang perempuan atau 56,7% dari total kepala kantor cabang BCA seluruh Indonesia.

Selain itu, BCA juga memberikan fasilitas ruang laktasi di hampir semua kantor pusat dan kantor wilayah, sebagai bentuk lain dukungan BCA pada karyawan perempuan.

BCA memanfaatkan berbagai metode dan pendekatan pengembangan dan pelatihan, seperti learning video, videoconference, e-learning, gamification, dan microlearning. Selain melalui training, pengembangan SDM juga dilakukan melalui on the job training, tutoring, rotasi, coaching, dan mentoring.

Materi pendidikan dan pelatihan BCA berorientasi pada keunggulan industri perbankan, antara lain pengetahuan produk, analisa kredit, dan pelatihan pengawasan internal. BCA juga mengembangkan materi pembelajaran soft skills, seperti kepemimpinan, pengembangan kepribadian dan komunikasi. Bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun, BCA memberikan pelatihan internal dan bantuan dana sebesar lima juta untuk pembekalan atau pelatihan skill sebagai persiapan memasuki masa pensiun. Pelatihan internal diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu ring the bell (usia 50 tahun) dan tahap kedua yaitu beautiful life (usia 54 tahun).

Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki peran penting dalam menentukan kinerja perusahaan. BCA berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan dan pengembangan karir pekerja, termasuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman dan nyaman (kesehatan dan keselamatan kerja/K3).

BCA memiliki kebijakan terkait SDM secara menyeluruh, termasuk untuk K3. Kebijakan ini, antara lain mencakup transparansi informasi bagi pekerja; implementasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB); pengembangan diri serta karir yang jelas dan terencana; kesempatan kerja yang sama; serta pengaturan terkait kompensasi dan manfaat ketenagakerjaan.

BCA memberikan fasilitas untuk mendukung partisipasi kerja kaum perempuan dan menghormati hak pekerja dengan menyediakan ruang laktasi sehingga karyawan perempuan merasa nyaman bekerja. Ruang laktasi tersedia di hampir seluruh KantorPusat dan Kantor Wilayah BCA.

Kegiatan yang dilakukan BCA untuk mendukung praktik ketenagakerjaan dan K3, di antaranya:


  • Kesetaraan Gender dan Kesempatan Kerja
    BCA memberikan kesempatan yang sama bagi setiap pekerja, tanpa memandang suku, ras, agama, golongan, dan gender. Kebijakan penempatan pekerja senantiasa ditekankan pada kompetensi dan kinerja individu yang bersangkutan, termasuk memberikan kesempatan kepada wanita untuk menduduki jenjang manajemen tertinggi.

  • Sarana dan Keselamatan Kerja
    BCA memastikan setiap pekerja mendapatkan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, baik dari kelengkapan dan kelayakan sarana kerja; kebersihan lingkungan; keserasian tata ruang; dan kelayakan sarana pengamanan. Secara berkala, BCA mengadakan latihan evakuasi (evacuation drill). Kegiatan dilaksanakan di kantor pusat, kantor wilayah dan kantor cabang untuk melatih pekerja apabila dihadapkan pada situasi force majeure, seperti kebakaran atau gempa bumi.

  • Pendidikan dan/atau Pelatihan
    BCA secara rutin memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja pekerja. Pelatihan yang diselenggarakan mencakup pelatihan atau workshop in-class, e-learning maupun on job training, tutoring, rotasi, coaching, dan mentoring. Materi pelatihan dan pendidikan tidak hanya berorientasi pada industri perbankan, tersedia materi pengembangan soft skills di antaranya kepemimpinan, kepribadian dan pelestarian lingkungan.

    Pada tahun 2020, terdapat 39.237 peserta yang telah mengikuti pelatihan, dengan jumlah pelatihan 976.700 jam dan sekitar 24,9 jam/peserta.  

  • Kompensasi dan Manfaat
    Salah satu upaya BCA untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja yaitu memberikan kompensasi dan manfaat sesuai capaian kinerja. Bentuk kompensasi dan manfaat yang diterima pekerja BCA antara lain, kenaikan gaji, bonus dan fasilitas. BCA juga memberikan ekstra bonus dalam bentuk saham BCA.

    BCA juga memberikan fasilitas berupa jaminan kesehatan baik melalui asuransi kesehatan atau fasilitas kesehatan untuk pekerja dan keluarga. Sebagai dukungan atas keberadaan pekerja wanita, fasilitas ini juga berlaku kepada pekerja wanita.

  • Mekanisme Pengaduan Masalah Ketenagakerjaan
    Dalam rangka menjaga komunikasi dengan pekerja, BCA mengembangkan beberapa sarana antara lain Halo SDM (66900) yang dapat diakses melalui jaringan telepon internal, ataupun aplikasi internal HC Inspire. Sarana komunikasi ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi terkait SDM. Perusahaan menjamin kerahasiaan semua informasi dan data pekerja yang menggunakan layanan Halo SDM.

  • Komunikasi Kebijakan dan Prosedur Anti Korupsi
    Kebijakan anti korupsi dan anti fraud dinyatakan dalam kebijakan whistleblowing system SK No. 146/SK/DIR/2017 terkait peningkatan kewaspadaan korupsi dan fraud serta sanksi bagi pelaku. BCA memberlakukan anti korupsi dan anti fraud dengan ketat tanpa toleransi. Untuk itu, BCA mewajibkan semua karyawan mengikuti pelatihan Anti Fraud Awareness. Pada tahun 2020, seluruh karyawan telah mendapatkan pelatihan dan terdapat 9 kasus fraud yang dilakukan pekerja tetap dan telah diselesaikan semuanya.

Selanjutnya, sejalan dengan komitmen penerapan peraturan ketenagakerjaan dan K3 yang ketat, selama tahun 2020 tidak ada kecelakaan kerja yang terjadi dan tidak ada rasionalisasi tenaga kerja. Adapun tingkat perpindahan (turn over) pekerja sebesar 3,5%. Jumlah ini relatif rendah dibandingkan dengan rata-rata turn over pekerja di tahun lalu.

BCA menyadari bahwa untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah, diperlukan pekerja yang engage terlebih dahulu dengan anggota tim, antar tim, dan dengan perusahaan. Untuk merealisasikannya, BCA mengembangkan budaya kerja yang positif di tim internal BCA melalui program Team Engagement (TE). Engagement pekerja diukur secara rutin setiap dua tahun sekali melalui survei kepada seluruh pekerja tetap dan Magang Bakti yang sudah satu tahun bekerja di BCA. Survei dilakukan secara independen oleh Gallup.

Untuk senantiasa meningkatkan team engagement, BCA mengimplementasikan program, sarana dan prasarana antara lain menunjuk champion pada setiap divisi dan wilayah, mengadakan pertemuan rutin dengan para champions, membuat forum dalam aplikasi my Collaboration Community (MC2), membuat WhatsApp group bagi para champions, serta mengadakan kegiatan Team Engagement Action Action Action (TEAAA).

Lingkungan Hidup

BCA berkomitmen untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan risiko lingkungan melalui upaya penghematan pemakaian sumber daya energi dan sumber daya alam, serta pelestarian lingkungan secara terus menerus guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi dan mengurangi pemanasan global.

Upaya pelestarian lingkungan juga dilakukan BCA melalui kegiatan perbankan yang ramah lingkungan dan pembiayaan proyek yang taat pada peraturan dan berwawasan lingkungan, sosial dan tata kelola (LST).

a. Keuangan Berkelanjutan

BCA berupaya meningkatkan penyaluran pembiayaan kredit pada kegiatan usaha berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, sosial dan tatakelola (LST). Beberapa upaya yang telah dilakukan, antara lain pembiayaan segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); sindikasi proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA); pembiayaan pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH); pengelolaan sumber daya alam hayati; penggunaan lahan berkelanjutan; transportasi ramah lingkungan; pengelolaan air dan air limbah.

Hingga akhir Desember 2020, pembiayaan kegiatan usaha berkelanjutan meningkat sebesar 1,5% dibandingkan posisi per 31 Desember 2019. Pembiayaan ini mencapai Rp127,0 triliun atau 22,1% dari total pembiayaan. Ke depan, BCA mentargetkan pertumbuhan rata-rata 5,5% untuk peningkatan portofolio pembiayaan.

b. Kepedulian terhadap Lingkungan

Smart Building

BCA menerapkan manajemen energi (building energy management system/BEMS) pada beberapa gedung kantor sebagai upaya penghematan energi dan peningkatan perilaku ramah lingkungan. Dengan BEMS, penggunaan energi dikelola secara efisien dan efektif, dengan tetap memperhatikan kenyamanan kerja, estetika, kesehatan, keselamatan, serta produktivitas karyawan BCA.

BCA Landmark Pluit merupakan gedung pertama yang menerapkan konsep smart building. Gedung ini merupakan bangunan yang ramah lingkungan dan memiliki fitur pengaturan dan pemantauan operasional secara efisien sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI). Selain itu, gedung dilengkapi dengan sistem smart lighting yang terintegrasi dengan sensor cahaya dan sensor gerak, sehingga lampu otomatis menyala ketika ada orang yang bekerja dan tingkat cahaya disesuaikan dengan intensitas sinar matahari. Pengaturan suhu dilakukan dengan scheduling on/off dan weather sensor yang terkoneksi dengan building automation system sehingga meningkatkan efisiensi listrik dengan tetap memperhatikan kenyamanan.

Konservasi energi

Pada tahun 2020, penggunaan energi listrik di 6 gedung Kantor Pusat, 1 data center Kantor Pusat dan 115 KCU, tercatat 80.048.325 kWh, dengan intensitas energi listrik yaitu 185 kWh/m2. Angka tersebut telah memenuhi kategori "efisien" menurut SNI 03-6196-2000 tentang Intensitas Konsumsi Energi Gedung Indonesia sebesar 7,92-12,08 kWh/m2. 

Ke depan, BCA tetap melakukan upaya efisiensi penggunaan energi listrik. Selain itu, dalam rangka mendukung penggunaan energi terbarukan, sejak bulan September 2019, BCA menerapkan panel surya sistem on grid di dua gedung, yaitu Wisma Asia II dan KCU Gading Serpong. Hingga akhir tahun 2020, penggunaan energi yang dihasilkan dari panel surya di gedung Wisma Asia II sebesar 8.027,3 kWh dan di gedung KCU Gading Serpong sebesar 8.626,8 kWh.

Salah satu inisiatif efisiensi energi, BCA melakukan penggantian/retrofit penerangan dengan menggunakan lampu LED sejak tahun 2011. BCA juga menerapkan teknologi inverter dan sistem variable refrigerant volume, yang memungkinkan pengaturan kebutuhan pendingin di setiap ruangan. 

Konservasi Air

Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, BCA menerapkan beberapa inisiatif. Beberapa di antaranya yaitu perawatan instalasi air untuk mencegah kebocoran, penggunaan keran hemat air dan eco-washer, serta kampanye hemat air.

BCA menerapkan sistem pengolahan limbah yang menggunakan standar Sewage Treatment Plant (STP) dengan water recycling di Gedung Wisma Pondok Indah dan KCU Bintaro. Dengan sistem ini, air limbah diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke saluran pembuangan dengan kadar air terukur yang sesuai standar baku mutu pembuangan air limbah (IPAL) dan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan non-hygiene seperti penyiraman tanaman di Wisma Pondok Indah dan KCU Bintaro serta flushing toilet di Wisma Pondok Indah.

Penggunaan air di Gedung Menara BCA, Wisma Asia II, Wisma BCA Pondok Indah, Grha Asia, Landmark Pluit, dan Wisma Asia Alam Sutera dipantau oleh Divisi Logistik dan Gedung. Pemantauan menjadi dasar bagi BCA untuk mengevaluasi pelaksanaan program efisiensi penggunaan air. Pada tahun 2020, tercatat penggunaan air pada enam gedung kantor tersebut sebanyak 67.365 m3.

Budaya Ramah Lingkungan

Dukungan BCA pada pelestarian lingkungan juga dilakukan melalui kegiatan operasional bank. BCA aktif melakukan sosialisasi budaya ramah lingkungan kepada karyawan untuk menciptakan green office.

Beberapa program untuk mendukung budaya ramah lingkungan di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang BCA, antara lain:

  • Efisiensi perjalanan dinas, perjalanan pelatihan dan pengiriman dokumen dengan pemanfaatan teknologi, seperti teleconference dan video conference; e-learning, car pooling dan pemakaian e-mail, portal intranet, myBCA, serta aplikasi tracking system.
  • Sarana perpustakaan digital, berupa e-book, e-magazine, e-paper melalui aplikasi Blims. Sarana ini memudahkan karyawan meminjam buku dan majalah melalui e-book dan e-magazine tanpa harus mendatangi perpustakaan.
  • Pengurangan kertas melalui paperless banking initiative, antara lain menggunakan kertas dua sisi; menyimpan dokumen melalui e-filling; menerapkan aplikasi Enterprise Backoffice Integration (EBI); menggunakan Manager and Employee Self Service (MESS), menerapkan e-approval; dan mengaktifkan akses MyBCA.
  • Penerapan printer pooling management (PPM) yang menggantikan peralatan printer, mesin fotokopi, alat pindai (scanner), dan faksimili menjadi single device multi-function printer.
  • Sosialisasi pemilahan sampah yang dapat dan tidak dapat didaur ulang.
  • Sosialisasi gerakan ramah lingkungan seperti penghematan air, pengurangan pemakaian Styrofoam, Earth Hour dan gerakan Green Ramadhan.
  • Pembentukan agent of change sebagai penggerak di masing-masing unit kerja untuk penerapan budaya ramah lingkungan. Secara rutin agent of change ini dibekali dengan ragam pengetahuan / wawasan terkait kegiatan ramah lingkungan baik untuk kegiatan operasional bank maupun kaitan dengan kegiatan hidup sehari-hari.

BCA juga aktif memfasilitasi keterlibatan nasabah untuk upaya pelestarian lingkungan. Untuk itu, BCA mengembangkan sistem e-statement untuk tabungan, giro dan tagihan kartu kredit; pilihan tarik tunai di ATM tanpa struk; ATM STAR; e-branch; serta solusi perbankan digital (m-BCA, Klik BCA, dan Sakuku).

Earth Hour

Sejak tahun 2012, BCA aktif mendukung program earth hour dengan memadamkan lampu yang tidak diperlukan di Menara BCA, gedung KCU, KCP dan billboard selama satu jam. Program ini merupakan capaian inisiatif CSR BCA untuk bidang lingkungan hidup.

Program Pelestarian Lingkungan

Secara berkesinambungan BCA mendukung program program pelestarian lingkungan di Indonesia. Program dikembangkan dibawah payung Bakti BCA, pada pilar Solusi Sinergi (link ke Solusi Sinergi), seperti upaya penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasliaran (reintroduksi) bekerjasama dengan BOSF, program konservasi perlindungan penyu melalui Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), penanaman bakau ada program NEWtrees yang diprakarsai oleh WWF Indonesia.

Dapatkan Info Sustainability Terbaru dari BCA

Berlangganan