- Neraca dagang Indonesia mencatat surplus USD 0,12 miliar pada Jul-26, didorong pertumbuhan ekspor (2,98% MoM) yang melampaui peningkatan marginal dalam impor (0,72% MoM).
- Perbaikan ekspor didorong permintaan non-migas (4,25% MoM), namun tertahan kontraksi performa minyak dan lemak nabati (-6,21% MoM), nikel (-38,25% MoM), dan logam mulia (-45,07% MoM).
- Impor migas mencatat pelemahan bulanan (-17,33% MoM) yang disebabkan normalisasi harga. Sementara itu, momentum impor tahunan mengindikasikan perbaikan investasi, yang didorong akselerasi program pemerintah.
- Ke depannya, surplus ini tetap rapuh, dengan berbagai risiko global yang membayangi prospek ekspor. Meski prospek impor terlihat stabil dengan adanya program pemerintah, belanja semester kedua kemungkinan lebih tertahan.