- The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 3,75% - 4,00% untuk pertama kalinya sejak 2023, didukung oleh kondisi ekonomi yang solid dan inflasi yang masih tinggi. Dengan inflasi PCE inti berada di level 3,3% YoY dan tekanan geopolitik yang masih berlanjut, kebijakan suku bunga higher-for-longer diperkirakan akan terus berlanjut.
- Kenaikan ini memperkuat kredibilitas Warsh dan independensi The Fed, meski presiden AS mendorong suku bunga untuk turun di bawah 1%. Setidaknya satu kenaikan lagi diproyeksikan pada tahun ini, sementara Five Task Forces yang dibuat Warsh diekspektasikan memberikan hasil temuan pada akhir tahun.
- Rupiah relatif kurang berdampak, dengan pelemahan hanya sebesar 0,3% meskipun indeks dolar naik 0,6%. Namun, pengetatan moneter global yang berkelanjutan akan memberikan tekanan pada Bank Indonesia, dan kami memperkirakan BI akan kembali menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi.