- Ekspektasi pasar terhadap Fed kini semakin hawkish, perang yang berlanjut mengikis kepercayaan pasar akan kemampuan Fed dalam menjaga inflasi, sehingga mendorong kenaikan yield UST.
- BI kemungkinan akan menginjeksi likuiditas ke pasar, yang berisiko mendorong depresiasi Rupiah, sementara intervensi valas semakin bergantung pada utang jangka pendek.
- Intervensi valas semakin mengikis cadangan devisa neto, pemulihan cadangan tersebut ke depannya akan bergantung pada perbaikan neraca berjalan.