- Neraca dagang Indonesia mencatat defisit USD 0,45 miliar pada Jun-26, pemulihan dari kontraksi USD 1,61 miliar pada bulan sebelumnya.
- Akselerasi ekspor (9,72% MoM) terdorong permintaan lemak dan minyak sayuran (63,56% MoM), konsisten dengan perbaikan ekspor terhadap negara-negara importir.
- Sementara itu, pertumbuhan impor lebih lambat (4,41% MoM), salah satunya tertekan pelemahan impor besi dan baja (-18,39% MoM).
- Dalam jangka panjang, prospek ekspor masih dibayangi tekanan global, namun potensi stimulus dari Tiongkok dan rotasi sektoral dapat menahan risikonya.