18 Jun 2026 | News & Feature

Kebijakan BI dan The Fed: Suku bunga kembali bergejolak

  • The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3.50%-3.75%, meskipun proyeksi terbagi rata antara anggota yang mengharapkan kenaikan dan yang stay. Pasar merespons negatif, dengan saham jatuh dan probabilitas kenaikan suku bunga tambahan tahun ini naik menjadi 85%.
  • Pernyataan FOMC dipangkas menjadi sepertiga dari panjang sebelumnya, menghilangkan forward guidance dan berencana mengurangi frekuensi komunikasi. Hal ini berisiko meningkatkan volatilitas pasar dan bisa mempersulit penyesuaian kebijakan oleh bank sentral lainnya.
  • BI meningkatkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5.75%, dengan total kenaikan 100 bps dalam 2 bulan, meskipun rupiah masih terdepresiasi 0.82% setelah pengumuman. BI juga memperketat ambang batas transaksi valas untuk melindungi rupiah.
  • BI-rate diperkirakan akan tetap higher-for-longer, dengan masih ada kemungkinan kenaikan 25-50 bps dalam tahun ini. Tekanan nilai tukar dan potensi inflasi pangan yang dipicu El-Nino pada H2-2026 tetap menjadi risiko utama meskipun harga energi menurun.