- Surplus dagang Indonesia kontraksi ke USD 89 juta pada Apr-26, seiring pertumbuhan impor (31.28% MoM) melampaui ekspor (12.32% MoM)
- Pertumbuhan ekspor bulanan utamanya didorong peningkatan pada kelapa sawit dan mesin, sementara permintaan logam mulia melambat
- Impor tahunan akselerasi lintas kategori produk meski PMI Apr-26 kontraktif, yang dapat mengindikasikan adanya perpisahan antara performa pemerintah dan performa swasta
- Ke depannya, terdapat sejumlah sinyal akan kelanjutan kontraksi neraca dagang, di antaranya pelemahan kurs, likuiditas global ketat, serta transisi sistem ekspor yang penuh ketidakpastian