08 Jun 2026 | News & Feature

TFP W23 2026: Pertanyaan dalam tiga bagan

  • Terlepas dari faktor global yang menantang, risiko pelebaran neraca berjalan Indonesia akibat pelemahan ekspor dan kenaikan impor BBM menjelaskan tekanan depresiasi nilai tukar Rupiah.
  • Kekhawatiran akan komitmen BI dalam menjalankan mandat menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, serta pelebaran defisit fiskal, berdampak negatif pada sentimen investor sehingga menambah tekanan terhadap Rupiah.
  • Kenaikan yield SBN akibat penurunan permintaan dari institusi publik (seperti BI) selayaknya dilihat sebagai sinyal positif, mengingat hal tersebut menandakan perbaikan mekanisme pasar sekaligus memperkuat peran pasar SBN sebagai mekanisme feedback dari agenda fiskal pemerintah.