Kembali ke Pressroom
13 Feb 2026

People, Process, dan Technology: Tiga Cara BCA Lawan Kejahatan Daring

Tangerang, 13 Februari 2026 – Beragam kejahatan daring dengan metode phishing serta social engineering membuat PT Bank Central Asia Tbk (BCA) semakin getol menguatkan sistem keamanan perusahaan. Tak hanya itu, BCA juga selalu berkomunikasi dengan nasabah yang menjadi korban, dan melakukan investigasi lebih lanjut atas setiap kejahatan yang terjadi.

SVP IT Security BCA Ferdinan Marlim berkata, ada tiga hal yang menjadi fokus dan fondasi BCA untuk memproteksi sistemnya dan melawan berbagai kejahatan daring seperti phishing, Distributed Denial of Service (DDoS), dan SocialEngineering. Tiga hal tersebut adalah manusia (people), proses (process), dan teknologi (technology). Hal itu disampaikan Ferdinan dalam siniar di BCA Expoversary 2026, Sabtu (7/2).

“(Pada aspek people) BCA selalu menyosialisasikan awareness kepada karyawan, manajemen, dan direksi dengan terus-menerus mengingatkan tentang bahaya (phishing dan modus kejahatan siber lain). Karena tahu phishing itu berbahaya, kami melakukan simulasi untuk mengetes para karyawan, melihat berapa banyak orang yang mengeklik dan terpancing situs palsu dalam simulasi,” kata Ferdinan.

Tes tersebut dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh karyawan mengetahui bahaya modus kejahatan seperti phishing. Setelah tes dilakukan, BCA lantas melakukan upaya agar kesadaran dan tingkat awas karyawan terkait phishing terus meningkat.

Pada aspek people atau manusia, BCA menerapkan peningkatan kapabilitas tim keamanan termasuk dengan mengambil sejumlah sertifikasi untuk staf dan mengikuti framework internasional keamanan siber. Beberapa framework tersebut berasal dari National Institute of Standards and Technology (NIST) Cybersecurity Framework (CSF) yang berpusat kepada manajemen risiko strategis seperti identify (mengenali), protect (melindungi), detect (mendeteksi), respond (menanggapi), recover (memulihkan), dan govern (mengatur).

“(Pada aspek technology) Kami juga mengambil sertifikasi-sertifikasi ISO yang terkait keamanan sistem informasi, termasuk untuk jasa pembayaran dan privacy data. Semua kami ikuti agar proses di BCA itu pengelolaannya baik,” ujar Ferdinan.

BCA juga memiliki Security Monitoring Center yang merupakan tim untuk mengawasi keamanan siber perusahaan sepanjang waktu. Dari sisi teknologi, BCA menerapkan proteksi berlapis demi memastikan tidak ada celah sama sekali bagi penjahat untuk bisa masuk. Ferdinan berkata, pihaknya mengalokasikan sumber daya cukup signifikan untuk pengamanan, termasuk dari sisi siber.

Optimal Membantu Nasabah

Selain langkah-langkah preventif, BCA juga memastikan secara process langkah-langkah transaksi dilakukan sesuai prosedur. Termasuk dalam hal penanganan keluhan pelanggan, BCA tidak lepas tangan ketika ada nasabah yang menjadi korban phishing atau kejahatan daring lain. Ada beberapa langkah yang biasa dilakukan BCA ketika mendapatkan laporan dari nasabah.

Langkah awal, BCA melakukan investigasi dan pengecekan untuk memastikan laporan yang diterima. Setelah itu, BCA akan berupaya membantu nasabah seoptimal mungkin. Salah satu contohnya, BCA akan berkoordinasi dengan lembaga keuangan lain apabila uang nasabah yang menjadi korban ditransfer pelaku ke rekening di luar BCA.

“Apalagi, pelaku biasanya sudah andal dan langsung mengirim dana yang diambil dari nasabah ke bank lain, untuk kemudian dananya ditarik,” kata SVP Wholesale Transaction Banking Product Development BCA Martinus Robert Winata dalam kesempatan yang sama.

Robert mengimbau nasabah agar selalu awas dan tidak mudah terpancing alamat web palsu dengan masuk menggunakan searching tools dan membagikan data-data sensitif ke orang lain. Dia berkata, BCA tidak akan pernah meminta data-data rahasia seperti pin, appli 1 dan appli 2 KeyBCA, serta password milik nasabah.

Selain itu, nasabah diharapkan memahami bagaimana cara bertransaksi yang benar, serta memahami fungsi KeyBCA khususnya pada hal appli 1 dan appli 2 ketika menggunakan berbagai solusi BCA, salah satunya Klik BCA Bisnis. Apabila nasabah diminta memasukkan kode untuk mendapatkan kode OTP dari appli 2, maka artinya nasabah akan mengautentikasi transaksi. Oleh karena itu, nasabah harus sadar untuk tidak sembarangan memberikan appli 2 ke pihak yang meminta.

“Kami juga mengimbau perusahaan atau pengguna Klik BCA Bisnis untuk menggunakan fungsi user sebagaimana mestinya. Idealnya, terdapat double control melalui Maker dan Releaser. Kami mengimbau nasabah tidak menitipkan fungsi dan peran user hanya kepada satu orang, sehingga fungsi double control hilang,” ujar Robert.

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada satu pun link website palsu yang bisa ditemukan di laman website resmi BCA. Oleh karena itu, nasabah diimbau agar selalu teliti dan tidak mudah percaya pihak-pihak yang mencoba meminta data-data rahasia.

Keterangan Foto 1 & 2:

BCA Berikan Edukasi Kejahatan Daring Terhadap Nasabah – SVP IT Security BCA Ferdinan Marlim (kiri - foto bawah) bersama SVP Wholesale Transaction Banking Product Development BCA Martinus Robert Winata (tengah - foto bawah) memaparkan strategi perlindungan data dan mitigasi kejahatan daring pada program siniar di Mini Studio BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang, Sabtu (7/2). Dalam sesi tersebut, Robert menekankan pentingnya pelaporan cepat dari nasabah yang menjadi korban phising agar BCA dapat segera melakukan investigasi dan koordinasi antarbank melalui program Indonesia Anti-Scam Centre untuk memblokir aliran dana pelaku.

*****

Tentang PT Bank Central Asia Tbk (per 31 Desember 2025)

BCA merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksi serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial, UKM, dan konsumer. Pada akhir Desember 2025, BCA melayani 43 juta rekening nasabah dan memproses lebih dari 115 juta transaksi setiap harinya, didukung 1.270 kantor cabang, 20.163 ATM, serta layanan internet & mobile banking dan contact center Halo BCA yang dapat diakses 24 jam. Kehadiran BCA didukung oleh sejumlah entitas anak yang berfokus pada pembiayaan kendaraan, perbankan Syariah, sekuritas, asuransi umum dan jiwa, perbankan digital, dan pemodal ventura. BCA berkomitmen untuk membangun relasi jangka panjang dengan nasabah, mengutamakan kepentingan bersama, dan menciptakan dampak positif pada masyarakat luas. Dengan lebih dari 27.000 karyawan, visi BCA adalah untuk menjadi bank pilihan utama andalan masyarakat yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia.

PT BANK CENTRAL ASIA TBK

Group Corporate Communication and Social Responsibility - CCR

Corporate Communication

Alamat : Jl. MH Thamrin No.1, Menara BCA Lt. 22. Jakarta 10310
Telepon : (021) 2358-8000
Fax : (021) 2358-8339
E-mail : corcom_bca@bca.co.id

Kegiatan Terkait

Hubungi Biro Humas BCA