- Cadangan devisa BI kembali turun ke USD 146.2 Bn pada April 2026, disebabkan pembayaran utang luar negeri, penurunan harga emas, arus keluar likuiditas musiman, dan intervensi pasar valas yang cukup agresif sepanjang bulan lalu.
- BI dan pemerintah menyiapkan strategi 7 langkah untuk mengurangi risiko arus keluar likuiditas. Namun, ekspektasi pelebaran defisit neraca berjalan akibat kenaikan harga minyak dan ekspansi fiskal dapat terus menekan fundamental Rupiah.
- Risiko intensifikasi tekanan inflasi dapat memaksa BI untuk mempertimbangkan skenario kenaikan suku bunga, mengingat penurunan suku bunga riil (suku bunga dikurangi inflasi) dapat memperparah arus keluar modal asing yang akan menambah tekanan pada Rupiah.