- PDB Indonesia bertumbuh 5,61% YoY pada Q1-26, tingkat tertinggi sejak Q3-22. Konsumsi pemerintah serta PMTB bertumbuh lebih cepat dari rata-rata, tetapi ekspor neto menurun.
- Percepatan realisasi program pemerintah (terutama MBG & KDMP) berkontribusi signifikan pada pertumbuhan, tetapi juga meningkatkan impor.
- Keputusan pemerintah untuk tidak meningkatkan harga BBM subsidi menurunkan fleksibilitas fiskal, yang dapat berujung pada efisiensi dan/atau kenaikan yield ke depan.