- The Fed mempertahankan suku bunga di 3.50%–3.75% di tengah ketidakpastian di Timur Tengah, dengan 4 suara berbeda pendapat. Pernyataan Fed bernada lebih hawkish, mengakui inflasi yang masih tinggi dan risiko geopolitik, mendorong imbal hasil obligasi 10 tahun naik sekitar 7 bps.
- Calon ketua Fed berikutnya, Kevin Warsh, mengusung "pergantian rezim" - mengurangi neraca bank sentral melalui QT sembari berpotensi memangkas suku bunga. Namun, efektivitas kebijakan ini masih belum pasti, terutama di tengah risiko inflasi dari sisi penawaran.
- Pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat tampak tidak mungkin, seiring inflasi yang masih tinggi dan ketegangan di Timur Tengah yang belum mereda. Bank Indonesia diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunganya, sementara tekanan arus keluar modal dari Indonesia kemungkinan masih akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.