- Harga minyak yang tetap tinggi dan proses damai yang stagnan meningkatkan risiko stagflasi, sementara inflasi Indonesia yang masih terlindungi oleh subsidi energi semakin membebani fiskal dari hari ke hari.
- Pertumbuhan TW1-26 diperkirakan tetap resilien di kisaran 5,13–5,26% YoY, didukung oleh kuatnya belanja Ramadan, akselerasi belanja fiskal, dan berlanjutnya investasi terkait program pemerintah.
- Faktor pendorong TW1 akan sebagian besar tidak hadir di Q2 dan seterusnya; dengan pertumbuhan M2 yang melemah, kredit swasta yang melambat, dan penyesuaian harga BBM bersubsidi yang sedang menunggu waktu, kami merevisi proyeksi pertumbuhan PDB 2026 menjadi 5,0–5,1% YoY.