- Surplus dagang Indonesia meningkat ke USD 1.28 miliar di Februari 2026, disebabkan kontraksi pada impor (-1.45% MoM) dengan ekspor yang stagnan (0.05% MoM).
- Stagnasi pada ekspor sebagian disebabkan oleh perubahan kebijakan, seperti pemotongan produksi batu bara dan implementasi bea keluar ekspor emas. Di sisi lain, perlambatan pada impor sebagian disebabkan oleh hari kerja yang lebih sedikit.
- Secara tahunan, pertumbuhan impor menunjukkan perbaikan pada sektor riil. Impor barang konsumsi dan modal meningkat tajam, disebabkan oleh belanja pemerintah yang kuat untuk program unggulan.
- Ke depan, perkiraan neraca dagang semakin tidak pasti. Harga komoditas yang meningkat karena konflik US-Iran dapat memiliki efek positif pada kinerja dagang Indonesia. Namun, keuntungan ini dapat tergerus oleh perlambatan global jika konflik memanas dan berlangsung lebih panjang.