20 Feb 2026 | News & Feature

Neraca Pembayaran: Berbalik arah ke surplus

  • Neraca Pembayaran Indonesia mencatat surplus sebesar USD 6,1 miliar pada Q4-25, berbalik setelah tiga triwulan mengalami defisit. Surplus ini terutama didorong oleh surplus USD 8,2 miliar pada neraca transaksi finansial, meski terdapat defisit sebesar USD 2,5 miliar pada neraca transaksi berjalan.
  • Membaiknya neraca transaksi finansial (FA) didorong oleh arus masuk di semua instrumen. Namun, prospek jangka pendek FA menghadapi tekanan dari lembaga pemeringkat global, sementara prospek jangka menengah cukup tidak menentu dengan potensi katalis dari rotasi keluar dari saham AI dan kesepakatan terbaru dengan AS.
  • NoRisiko seperti terbatasnya pemangkasan suku bunga AS, meningkatnya inflasi global dan defisit fiskal global yang lebih tinggi diperkirakan akan membatasi arus masuk pada portofolio, membuat ruang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga relatif terbatas pada semester 1.