Dengan mengakses situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari kami.
BCA terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian alam dan peningkatan kualitas lingkungan melalui berbagai program yang terarah dan berkelanjutan. Seluruh inisiatif dijalankan secara kolaboratif bersama mitra lokal, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan lingkungan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem.
BCA mendukung konservasi penyu di Banyuwangi, Pantai Kerobokan (Bali), dan Pantai Goa Cemara (DIY) melalui relokasi telur, pelepasliaran tukik, penguatan fasilitas, serta edukasi publik yang terintegrasi. penguatan edukasi publik juga diwujudkan melalui peresmian fasilitas konservasi di Pantai Goa Cemara, yang dikembangkan sebagai etalase pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, dan wisatawan. Berlokasi di kawasan desa wisata patihan, fasilitas ini menghadirkan tur edukati penyu, pelepasan tukik, dan pengenalan nilai budaya lokal untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian ekosistem pesisir
Dalam upaya konservasi, BCA turut mendukung penelitian dan pembuatan “Intan Ruang” oleh Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF). “Intan Ruang” merupakan alat inkubasi telur penyu buatan berskala ruang dengan volume 12 m3, yang dapat meningkatkan efisiensi keberhasilan penetasan sejak digunakan pada mulai Mei 2024.
Selain itu, “Intan Ruang” dapat mengatur suhu dan kelembapan udara selama proses inkubasi telur, sehingga dapat memengaruhi potensi jenis kelamin tukik yang ditetaskan. Pengaturan ini penting untuk menjaga keseimbangan penyu jantan dan betina di alam, yang menjadi kunci keberlanjutan populasi penyu di tengah tantangan perubahan iklim.
Dari sisi kapasitas, “Intan Ruang” juga dapat menampung hingga 15.000 telur penyu. Fasilitas dengan fungsi serupa dalam kapasitas lebih kecil juga tersedia dalam bentuk “Intan Box”, yaitu berkapasitas sekitar 1.000 telur penyu.
BCA mendukung konservasi orang utan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) melalui rehabilitasi orang utan, termasuk adopsi satu bayi orang utan, serta pelepasliaran orang utan yang telah dinyatakan siap kembali ke habitat alaminya. Sebagai bagian dari penguatan proses rehabilitasi, BCA juga mendukung perbaikan Sekolah Hutan untuk memberi ruang bagi orang utan berlatih menjelajah, mengenali predator, dan membangun kemandirian sebelum kembali ke alam. Sebagai edukasi, BCA melakukan Program Student Goes to Nature (SGTN) juga rutin diadakan setiap tahunnya di Samboja Lestari dengan melibatkan ratusan pelajar yang mengikuti kegiatan edukasi konservasi, literasi keuangan, dan penanaman pohon di kawasan konservasi.
Bakti BCA bersama Kementerian Kehutanan RI, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) dan Yayasan SINTAS Indonesia menjalankan Java Wide Leopard Survey (JWLS) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai dukungan terhadap penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). Hingga Juli 2025, survei tahap pertama di TNBTS berhasil mengidentifikasi sedikitnya delapan individu macan tutul Jawa, terdiri dari satu jantan, enam betina, dan satu anakan. Sementara itu, survei tahap kedua masih berlangsung pada 2026 untuk melengkapi gambaran populasi secara menyeluruh di bentang alam TNBTS.