Dengan mengakses situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari kami.
BCA berkomitmen untuk senantiasa mendukung pelestarian seni, tradisi, dan kearifan lokal Indonesia melalui berbagai inisiatif, termasuk pemberdayaan warisan budaya dan komunitas lokal. Hal ini dilakukan guna memastikan budaya nusantara tetap relevan dan terus berkembang secara berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui program Pembinaan Wastra Warna Alam, termasuk dukungan bagi komunitas penenun yang saat ini tersebar di wilayah Sumba Timur, Baduy, dan Sumatra Utara.
Sejak tahun 2025, pembinaan komunitas tenun di Sumba berfokus pada penguatan kualitas produk, kapasitas institusi, serta tata kelola. Para penenun mengikuti pelatihan lanjutan yang berfokus pada eksplorasi motif dan pengembangan produk turunan, guna memastikan wastra warna alam tetap relevan dengan pasar fashion. Melalui proses pendampingan ini, komunitas telah berhasil membentuk unit Koperasi Serba Usaha (KSU) sebagai wadah bersama untuk pengelolaan produksi, pemasaran, serta manajemen keuangan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Hingga tahun 2025, karya para penenun dari TTS, Baduy, dan Sumba telah dipromosikan melalui kolaborasi bersama Kawan Nusantara x Tulola di Jakarta serta Bali. Karya-karya tersebut juga dipasarkan secara berkelanjutan melalui ajang BCA Expoversary dan BCA Expo 2025, sehingga mampu menjangkau pasar urban dan ekosistem kreatif yang lebih luas. Melalui berbagai kanal tersebut, pendapatan tambahan para penenun tumbuh sebesar 34% YoY pada tahun 2025, yang mencakup penjualan kain hasil pembinaan serta produk turunan yang difasilitasi oleh BCA.
Wastra tenun merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia, namun penggunaan pewarna alami kian hari kian memudar. Program Pengembangan Wastra Warna Alam hadir sebagai inisiatif dari Bakti BCA bersama Asosiasi Warna Alam Indonesia (WARLAMI) demi senantiasa menjaga kelestarian tradisi ini.