Setiap periode musim pelaporan pajak, biasanya makin meningkat kasus penipuan yang mengatasnamakan petugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Berikut adalah periode-periode kritis saat penipuan ini sering muncul:
- Januari – Maret: Peningkatan jumlah penipuan yang menyasar Wajib Pajak Orang Pribadi, bertepatan dengan batas akhir pelaporan SPT pada 31 Maret.
- April: Peningkatan jumlah penipuan yang menyasar Wajib Pajak Badan (Perusahaan), karena batas akhir pelaporan SPT Badan adalah 30 April.
- Masa Transisi Kebijakan: Saat ada pembaruan sistem atau data besar-besaran, seperti implementasi sistem Coretax atau pemutakhiran data NPWP.
- Akhir Tahun: Munculnya modus terkait tunggakan pajak atau ancaman penyitaan aset untuk mengejar target penerimaan negara di akhir tahun.
Para pelaku semakin canggih dengan menggabungkan manipulasi psikologis melalui telepon dan pengiriman link/file berbahaya via WhatsApp untuk menguras saldo rekening korban.
Kronologi Modus Terbaru Penipuan Mengatasnamakan Pajak
Seiring adanya peraturan baru tentang pelaporan pajak melalui Coretax, kini muncul modus operandi terbaru yang mengaku sebagai petugas Pajak dengan dalih sinkronisasi dan verifikasi ulang data Coretax.
- Pelaku menelpon calon korban, mengaku sebagai petugas pajak. Untuk meyakinkan korban, pelaku menyebutkan detail alamat dan nomor NIK korban.
- Pelaku menginformasikan adanya tugas untuk “melakukan sinkronisasi dan verifikasi data ulang atas pembaruan sistem Coretax” yang tidak dikenai biaya hanya perlu membayar biaya materai sebesar 10 ribu rupiah.
- Lalu korban diminta untuk mengecek file PDF berisi data pajak milik korban yang dikirimkan via WhatsApp. Jika datanya benar korban diminta untuk merespon kebenaran data.
- Pelaku menelpon via Whatsapp Call, dan memandu korban untuk klik lambang titik 3 di kiri bawah layar HP, kemudian pilih “screen sharing”.
- Lalu diminta melakukan transfer biaya materai sebesar Rp10.000,- ke nomor rekening yang diberikan. Padahal tujuannya agar si penipu bisa mengetahui user ID dan password mobile banking korban.
- Pelaku mengirimkan pesan WhatsApp berisi link yang menyerupai Google Play Store dan meminta nasabah mengunduh aplikasi Coretax. Pelaku beralasan bahwa aplikasi tersebut merupakan versi terbaru yang wajib diinstal untuk verifikasi data.
- Motif tersebut bertujuan untuk mendapatkan approval remote access agar pelaku dapat melihat, merekam dan mengontrol perangkat milik korban secara remote.
Beberapa saat kemudian, korban menyadari ada beberapa transaksi yang terjadi dan saldo rekeningnya berkurang!
Ciri-ciri Penipuan
Ingat baik-baik poin berikut untuk membedakan petugas asli dengan penipu:
- Domain email dan web: DJP hanya menggunakan email dengan domain @pajak.go.id dan situs resmi pajak.go.id
- Tidak Ada link / file .APK: DJP tidak pernah mengirimkan link atau file instalasi aplikasi melalui WhatsApp.
- Pembayaran pajak: Pembayaran hanya dilakukan menggunakan Kode Billing melalui bank persepsi/kantor pos, bukan transfer ke rekening pribadi atas nama perorangan (termasuk bayar materai).
- Layanan mandiri: Pembaruan data dilakukan secara mandiri melalui portal resmi atau kantor pajak terdekat, bukan dipandu via telepon pribadi.
Tips Terhindar Dari Penipuan
Jika kamu menerima kontak mencurigakan, segera ambil tindakan berikut:
- Jangan membalas pesan atau mengikuti instruksi di telepon. Segera blokir nomor tersebut.
- Jangan pernah mengunduh file atau mengklik link yang dikirim oleh nomor tidak dikenal.
- Selalu jaga kerahasiaan data pribadi perbankan kamu untuk alasan apapun.
- Bagi pengguna Android bisa mematikan fitur accessibility and assistance, dan install antivirus yang baik agar handphone kamu terlindungi.
- Hubungi layanan resmi Kring Pajak 1500200 atau datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat.
- Jika mendapatkan informasi terkait BCA yang meragukan, segera hubungi Halo BCA di 1500888 atau via aplikasi haloBCA.
Jika kamu telah terindikasi menjadi korban penipuan, sampaikan indikasi penipuan melalui laman Pengaduan Pajak atau email ke pengaduan@pajak.go.id.
Demikian tips keamanannya, semoga kamu terhindar dari penipuan-penipuan seperti ini. Cek modus-modus penipuan lainnya di www.bca.co.id/awasmodus.
