Di era digital, pelaku penipuan semakin sering memanfaatkan media sosial dan aplikasi chatting dengan mengatasnamakan institusi terpercaya, termasuk BCA. Modus ini dilakukan untuk mengelabui calon korban menggunakan akun palsu maupun nomor telepon yang tidak resmi demi mendapatkan memperoleh informasi pribadi dan data perbankan.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali ciri-ciri akun media sosial dan nomor resmi BCA. Dengan lebih waspada, nasabah dapat terhindar dari jebakan oknum yang berusaha mencuri data dan mengambil alih rekening.
1. Cek Ciri Akun Media Sosial Resmi BCA
Sebelum menanggapi informasi atau pesan yang mengatasnamakan BCA, pastikan Anda berinteraksi dengan akun resmi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan hanya akun resmi BCA yang dapat dicek melalui co.id/socialmedia
- Memiliki tanda verifikasi sebagai penanda identitas resmi
- Jumlah followers besar dan konsisten
- Tidak terdapat tambahan karakter aneh pada username seperti angka atau simbol yang menyerupai akun resmi
2. Perhatikan Nomor Halo BCA Resmi
Pelaku penipuan sering membuat akun yang sekilas terlihat mirip dengan akun resmi. Perbedaan satu huruf, angka, atau simbol kerap luput dari perhatian sehingga korban mengira akun tersebut benar-benar milik BCA.
Modus penipuan juga banyak dilakukan melalui telepon, SMS, atau WhatsApp yang mengatasnamakan petugas BCA.
Untuk itu, pastikan Anda hanya menghubungi atau merespons kanal resmi BCA.
- Nomor resmi Halo BCA adalah 1500888 tanpa awalan apa pun seperti 021, +62 atau lainnyaa
- WhatsApp resmi Halo BCA adalah 08111500998 dengan centang biru di samping nama akun, bukan di profile picture
Hal terpenting yang harus selalu diingat adalah bahwa BCA tidak pernah meminta data rahasia perbankan nasabah. Waspada jika ada pihak yang mengaku sebagai customer service BCA lalu meminta data pribadi perbankan seperti Nomor Kartu, PIN, Kode OTP, atau lainnya dengan alasan apapun. Itu pasti penipuan.
Ingat, semakin mengenali ciri akun dan nomor palsu, semakin kecil kemungkinan Anda menjadi korban penipuan. Tetap waspada agar tidak tertipu oknum dan terjebak dalam modus yang merugikan.
