- Inflasi Mei-26 naik ke 3,08% YoY (0,28% MoM), didorong oleh efek low-base dari harga pangan bergejolak serta energi non-subsidi.
- Inflasi inti tanpa emas meningkat, mengindikasikan akselerasi harga secara umum yang dapat meningkatkan pertumbuhan kredit (secara nominal).
- Depresiasi Rupiah serta perang Timur Tengah dapat meningkatkan inflasi ke depan, meningkatkan insentif bagi BI untuk tetap hawkish.