Dengan mengakses situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari kami.
Desa Bakti BCA menawarkan destinasi wisata dan berbagai produk UMKM di berbagai wilayah Indonesia dan bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal, tradisi, dan wisata berkelanjutan.
Desa Wisata Taro, Bali
Desa Wisata Taro menyimpan cerita menarik di setiap sudutnya yang memadukan keindahan alam, budaya, dan nilai spiritual. Rumah-rumah tradisional di Delodsema Village, Pura Agung Gunung Raung, hingga rumah konservasi lembu putih menjadi simbol yang tak dapat dilewatkan dari desa ini. Wisatawan dapat menikmati beragam aktivitas, mulai dari trekking ke Air Terjun Yeh Pikat, belajar proses pembuatan perhiasan perak, dan menyaksikan ribuan kunang-kunang menari di The Fireflies Garden pada malam hari. Desa Wisata Taro juga telah diganjar penghargaan Best Tourism Villages Upgrade Program dari UNWTO pada 2023 dan ASEAN Tourism Awards 2025.
Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara, Nusa Tenggara Timur
Dikenal dengan arsitektur tradisional yang unik dan adat kepercayaan Marapu, Desa Wisata Kampung Prai Ijing yang terletak di atas bukit ini juga masih menjaga budaya tenun. Budaya tersebut bukan hanya menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara untuk melihat proses menenun, tapi juga turut menjadi penggerak perekonomian lokal dengan penjualan ragam produk tenun Sumba bagi pengunjung. Semangat Prai Ijing dalam menjunjung budaya Sumba tersebut mendapatkan apresiasi di tingkat internasional melalui penghargaan ASEAN Tourism Sustainable Awards untuk kategori Rural Product pada ajang ASEAN Tourism Awards 2026 di Cebu, Filipina.
Wisata Wayang Desa Wukirsari, D.I. Yogyakarta
Wisata Wayang Desa Wukirsari, yang terletak di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menyajikan perpaduan menarik antara keindahan alam dan kekayaan budaya. Di kampung ini, pengunjung dapat mempelajari proses pembuatan wayang kulit (menatah), menyaksikan pertunjukan wayang, bermain gamelan, hingga menikmati keseruan sepak bola sawah khas masyarakat setempat.
Desa Wisata Bilebante, Nusa Tenggara Barat
Dulunya dikenal sebagai area tambang pasir, Desa Wisata Hijau Bilebante di Nusa Tenggara Barat
kini telah bertransformasi menjadi destinasi yang asri dan menenangkan. Di tengah hamparan sawah yang hijau, pengunjung dapat menikmati spa dan pijat tradisional dengan sentuhan rempah-rempah alami khas desa. Bagi pecinta petualangan, sensasi menjelajah persawahan dengan ATV atau sepeda menambah keseruan pengalaman. Desa Wisata Hijau Bilebante berhasil meraih berbagai penghargaan, termasuk Best Tourism Villages Upgrade Program dari UNWTO pada 2023, ASEAN Tourism Awards 2025, serta predikat Juara Umum dalam kategori Desa Wisata di Wonderful Indonesia Award 2025 dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Sumatra Barat
Nagari Sijunjung merupakan salah satu Nagari/Desa di Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung yang memiliki kekayaan alam, budaya yang sangat unik dan exotik sebagai bagian dari Kawasan Geopark Nasional Ranah Minang SIlokek memiliki satu perkampungan yang dinamakan " Lorong Waktu Minangkabau" sebagai Cagar Budaya Nasional. yang memiliki lebih kurang 76 Buah Rumah Adat yang berjejer rapi dalam satu kawasan perkampungan Peninggalan Abad Ke 16 - 17 terdiri dari 6 suku, sekaligus menjadi Homestay yang bisa dihuni oleh wisatawan sebanyak 40 rumah Gadang. Memiliki budaya yang masih terjaga mempunyai kuliner khas seperti Kalamai, kerajinan tenun yang dibuat ibu-ibu penghuni rumah gadang .
Di masing - masing Homestay pengunjung bisa menikmati sajian kuliner khas Sijunjung dan Souvenir seperti Galamai, Songket, Lomang Panggang dan Makan Bajamba, disamping itu setiap tahunyya diadakan festival Bakaua Adat dan Mambantai Kerbau yang sampai saat ini menjadi satu satunya tradisi turun temburun yang masih dilestarikan di Nagari Sijunjung. Tahun 2019 memperoleh Anugrah Pesona Wisata Indonesia kategori Perkampungan Adat dengan peringkat Juara II Nasional. Pada Tahun 2022 Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung Masuk Nominasi 500 Besar Dalam ADWI.
Desa Wisata Dayun, Riau
Desa Wisata Dayun (Kampung Dayun) terletak di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Jarak dari Kota Pekanbaru sekitar 130 km, dengan waktu tempuh antara 2-3 jam. Luas wilayah mencapai 75.808,7 hektare. Wilayah Kampung Dayun masih didominasi hutan rawa sekunder, dengan luas mencapai 36.756,3 hektare. Dalam beberapa tahun terakhir, hutan tanaman industri meningkat jadi 12.413,9 hektare, serta ekspansi perkebunan yang mencakup 13.618,8 hektare. Kampung Dayun merupakan wilayah kaya sumber daya alam, terutama lahan gambut dan hutan rawa. Namun, keberlanjutannya menghadapi tantangan besar akibat pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, kebakaran hutan, serta perubahan hidrologi dan iklim yang terus meningkat. Sebagian besar wilayah Kampung Dayun merupakan lahan gambut dengan luas mencapai 60.280,8 hektare (sekitar 80%). Hutan rawa gambut yang menjadi bagian dari Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Siak-Sungai Kampar memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang unik, termasuk spesies harimau Sumatera, burung rangkong, rusa sambar, beruang, monyet, babi hutan, lutung, dan biawak.