Selain kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian, masih ada kebutuhan lainnya yang ingin dipenuhi untuk menunjang kenyamanan dan aktivitas sehari-hari, yaitu kebutuhan sekunder.
Contohnya, membeli laptop untuk mendukung pekerjaan, mengikuti kursus, atau menikmati hiburan setelah menjalani rutinitas.
Meski tidak wajib seperti kebutuhan primer, kebutuhan sekunder tetap dapat memberi manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu, bagaimana cara memenuhi kebutuhan ini tanpa mengganggu kondisi keuangan? Simak penjelasannya di artikel ini.
Apa Itu Kebutuhan Sekunder?
Kebutuhan sekunder adalah jenis kebutuhan yang biasanya dipenuhi setelah kebutuhan primer atau kebutuhan pokok.
Kebutuhan ini berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan, mendukung aktivitas, serta menunjang kualitas hidup.
Berbeda dengan kebutuhan primer yang berkaitan dengan kebutuhan untuk bertahan hidup, kebutuhan sekunder sifatnya lebih fleksibel.
Artinya, jenis dan level kepentingan kebutuhan ini bisa berbeda tergantung kondisi, pekerjaan, lingkungan, serta gaya hidup setiap orang.
Sebagai contoh, laptop bisa termasuk kebutuhan sekunder bagi karyawan tetap yang sudah mendapatkan fasilitas tersebut untuk bekerja.
Namun, bagi pekerja lepas, laptop menjadi kebutuhan utama alias prioritas.
Ciri-Ciri Kebutuhan Sekunder
Tidak sedikit orang yang masih keliru dan menganggap kebutuhan sekunder adalah yang utama dan harus ada.
Supaya tidak salah lagi, ini ciri-ciri kebutuhan sekunder yang bisa kamu kenali:
- Sifatnya tidak mendesak. Kebutuhan sekunder tidak seharusnya dipenuhi segera. Kamu bisa menunda tanpa adanya perasaan cemas akan kelangsungan hidup.
- Merupakan barang pelengkap dan pendukung. Jangan lupa, barang sekunder adalah barang yang membantu hidup menjadi lebih nyaman, mudah, dan praktis.
- Meningkatkan kebahagiaan. Memenuhi produk sekunder memberi rasa senang, kepuasan tersendiri, atau kenyamanan ekstra untuk seseorang.
- Fleksibel dan relatif. Kebutuhan sekunder juga bisa berubah atau fleksibel dengan kondisi dan situasi, status sosial, dan waktu. Bahkan, bukan tidak mungkin barang sekunder bisa bergeser menjadi kebutuhan primer di masa mendatang.
- Bergantung pada kemampuan membeli. Mampu atau tidaknya seseorang dalam memenuhi kebutuhan sekunder tergantung pada kondisi finansial.
Contoh Kebutuhan Sekunder
Terdapat berbagai jenis kebutuhan masuk dalam kategori kebutuhan sekunder.
Berikut beberapa contoh yang umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Perangkat Elektronik Penunjang Aktivitas
Smartphone, laptop, tablet, atau perangkat elektronik lain dapat menjadi kebutuhan sekunder ketika digunakan untuk menunjang komunikasi, pekerjaan, pendidikan, maupun aktivitas harian.
Meski bukan kebutuhan dasar, perangkat tersebut dapat memberi manfaat praktis dan meningkatkan produktivitas.
Karena itu, pembeliannya sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
2. Kendaraan Pribadi
Motor atau mobil juga dapat menjadi kebutuhan sekunder, terutama bagi orang dengan mobilitas tinggi.
Sebelumnya, mobil lebih populer sebagai kebutuhan tersier.
Namun, karena kebutuhan mobilitas, kendaraan pribadi masuk dalam kebutuhan sekunder karena dapat memudahkan perjalanan ke tempat kerja, sekolah, maupun berbagai aktivitas lainnya.
Namun, jangan hanya memperhitungkan harga beli.
Biaya bahan bakar, perawatan, dan pajak, juga perlu dimasukkan ke dalam perencanaan keuangan.
Kalau istilah zaman sekarang, orang yang punya mobil itu bisa dibilang orang have.
3. Hiburan dan Rekreasi
Menonton film, langganan layanan streaming, menjalankan hobi, atau berlibur sesekali merupakan contoh kebutuhan sekunder yang berkaitan dengan rekreasi.
Hiburan dapat memberikan waktu untuk beristirahat dari rutinitas.
Tetap buat anggaran khusus agar pengeluaran hiburan tidak mengambil porsi dana untuk kebutuhan utama.
Kalau kamu liburannya ke luar negeri, pasti ada saja orang-orang yang komentar “wih, liburannya orang have, nih”
4. Pendidikan Tambahan dan Pengembangan Diri
Kursus, pelatihan, buku, seminar, atau kelas keterampilan juga termasuk dalam kebutuhan sekunder.
Pengeluaran ini bahkan bisa menjadi investasi untuk meningkatkan skill dan membuka peluang baru.
Agar lebih bermanfaat, pilih pengembangan diri yang sesuai tujuan dan kebutuhanmu.
5. Peralatan Rumah Tangga
AC, mesin cuci, microwave, vacuum cleaner, atau peralatan rumah tangga modern lainnya dapat dikategorikan sebagai kebutuhan sekunder.
Barang ini memang bukan kebutuhan dasar, tetapi dapat membuat pekerjaan rumah menjadi lebih praktis dan hemat waktu.
Rencanakan Kebutuhan Sekunder Lebih Bijak
Karena bukan kebutuhan yang paling mendesak, pembelian barang sekunder sebaiknya dilakukan setelah kebutuhan primer, cicilan, dan dana darurat diperhitungkan.
Dengan begitu, keinginan untuk meningkatkan kenyamanan tidak justru membuat kondisi keuangan menjadi terbebani.
Untuk membantu mewujudkan kebutuhan sekunder secara lebih terencana, kamu bisa mulai menabung secara rutin lewat Tahapan BCA.
Jika ingin menabung dengan setoran rutin sesuai jangka waktu tertentu, Tahapan Berjangka BCA dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.
Dengan menentukan prioritas dan menyiapkan dana sejak awal, kebutuhan sekunder dapat dipenuhi tanpa harus mengorbankan kebutuhan pokok.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman produk tabungan dan layanan produk BCA lainnya di sini.
Selain itu, kamu juga bisa pakai produk Poket Rupiah BCA untuk mengalokasikan kebutuhan sekunder yang sedang kamu incar.
Nantinya, Poket Rupiah ini bisa dipakai untuk jenis rekening seperti Tahapan, Tahapan Gold, Tapres dan Tahapan Xpresi.
Melalui Poket Rupiah di myBCA, kamu bisa membuat hingga 100 poket dalam 1 rekening dan tidak dikenakan biaya tambahan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi laman produk tabungan di website BCA atau hubungi Halo BCA di 1500888 atau melalui aplikasi haloBCA.
