Ribuan pelari berlari bersama dengan nomor peserta terpasang, melewati berbagai rute hingga mencapai garis akhir.
Bagi sebagian orang, maraton adalah tantangan untuk menguji ketahanan fisik, konsistensi latihan, dan kemampuan mengatur tenaga.
Namun, apakah sebenarnya lari maraton itu? Berapa jarak yang harus ditempuh, dan apa saja hal yang perlu disiapkan agar tubuh mampu bertahan hingga garis akhir?
Sebelum mendaftar lomba, kenali jenis, persiapan, dan teknik lari maraton berikut ini.
Apa Itu Maraton?
Maraton adalah lomba lari jarak jauh dengan jarak resmi 42,195 kilometer atau sekitar 26,2 mil.
Jarak ini memerlukan daya tahan tubuh, persiapan latihan yang terstruktur, serta strategi untuk mengatur kecepatan dan asupan energi selama berlari.
Berbeda dari jogging santai, lari maraton memerlukan persiapan lebih panjang karena tubuh harus beradaptasi dengan durasi aktivitas yang lama.
Pelari juga perlu memahami batas kemampuan fisiknya agar dapat menyelesaikan lomba dengan lebih aman.
Baca Juga: 7 Jogging Track di Jakarta untuk Latihan Jelang Jakarta Running Festival 2026
Jenis-Jenis Maraton
Istilah maraton sering digunakan untuk menyebut lomba lari.
Padahal, penyelenggara biasanya menyediakan beberapa kategori berdasarkan jarak agar peserta bisa memilih sesuai pengalaman dan kemampuan.
Secara umum, jenis-jenis lomba lari berdasarkan jarak terbagi menjadi:
1. Lari 5K
Kategori 5K menempuh jarak lima kilometer dan cocok untuk pemula yang ingin mencoba lomba lari.
Jaraknya relatif lebih pendek sehingga bisa menjadi kesempatan untuk mengenal suasana perlombaan, mengatur kecepatan, dan membangun kebiasaan berlari secara rutin.
2. Lari 10K
Dengan jarak sepuluh kilometer, kategori ini cocok untuk pelari yang sudah terbiasa berlari dan ingin meningkatkan daya tahan.
Latihan teratur tetap diperlukan, termasuk membangun stamina dan menjaga kecepatan agar tubuh tidak kehabisan tenaga sebelum mencapai garis akhir.
3. Half Maraton
Half maraton menempuh jarak sekitar 21,1 kilometer, atau setengah dari jarak full maraton.
Kategori ini menuntut persiapan lebih serius, terutama untuk daya tahan, hidrasi, dan strategi kecepatan. Pelari sebaiknya sudah memiliki dasar latihan yang konsisten sebelum mencoba jarak ini.
4. Full Maraton
Ada pula full maraton, lari maraton dengan jarak 42,195 kilometer.
Kategori ini perlu program latihan bertahap selama beberapa bulan, disertai pengaturan nutrisi dan waktu pemulihan.
Karena jaraknya panjang, pelari perlu belajar menjaga tempo sejak awal agar tenaga tetap tersedia pada kilometer-kilometer terakhir.
5. Ultra Maraton
Ultra maraton adalah lomba lari dengan jarak yang melebihi 42,195 kilometer.
Beberapa perlombaan memiliki jarak puluhan hingga ratusan kilometer, bahkan berlangsung di medan trail.
Kategori ini lebih ditujukan bagi pelari berpengalaman yang sudah terbiasa dengan latihan jarak jauh dan mampu mengelola kebutuhan energi serta pemulihan secara lebih kompleks.
Baca Juga: Dukung Hobi Larimu dengan Perencanaan Keuangan yang Tepat
Teknik Maraton yang Tepat agar Kuat
Selain persiapan fisik, teknik berlari membantu kamu mengatur tenaga sepanjang lomba.
Tidak ada satu teknik khusus yang cocok untuk semua orang, tetapi beberapa hal berikut dapat membantu menjaga gerakan tetap efisien dan nyaman.
1. Jaga Postur Tubuh
Posisikan tubuh tegak secara alami, bahu rileks, dan arahkan pandangan ke depan. Tekuk siku dengan nyaman dan ayunkan lengan mengikuti gerakan kaki.
Hindari tubuh terlalu tegang karena dapat membuat berlari terasa lebih melelahkan.
2. Atur Langkah dan Pendaratan Kaki
Gunakan langkah yang nyaman dan tidak terlalu panjang. Usahakan kaki mendarat dekat dengan posisi tubuh, tanpa memaksakan pola pijakan tertentu.
Latihan yang konsisten akan membantu kamu menemukan ritme langkah yang sesuai.
3. Atur Napas dan Kecepatan
Jaga pernapasan tetap teratur dan mulai lomba dengan kecepatan yang stabil. Hindari mengikuti tempo pelari lain jika terasa terlalu cepat.
Pelari yang memulai terlalu agresif berisiko kehabisan tenaga sebelum mencapai akhir.
4. Penuhi Kebutuhan Cairan dan Kenali Batas Tubuh
Manfaatkan titik hidrasi sesuai kebutuhan dan kondisi cuaca. Jika mengalami pusing, nyeri tajam, atau sesak yang tidak biasa, kurangi kecepatan atau berhenti dan minta bantuan petugas medis.
Jika diperlukan, konsumsi energy gel atau suplemen energi selama perhelatan maraton berlangsung.
Idealnya, kamu bisa konsumsi sebelum lomba maraton dimulai (sekitar 10 - 15 menit sebelumnya), selama maraton berlangsung setiap 30 sampai 45 menit berlari, dan saat-saat krusial di kilometer terakhir sebelum maraton selesai untuk menjaga fokus tubuh.
Menyelesaikan lomba tidak lebih penting daripada keselamatan diri.
Baca Juga: Cara Memulai Investasi Saham untuk Pemula Lewat myBCA
Siapkan Langkah Menuju Jakarta Running Festival 2026
Maraton bukan sekadar tentang berlari sejauh 42,195 kilometer, tetapi juga tentang persiapan, konsistensi, dan kemampuan mengenali batas tubuh.
Mulailah dari jarak yang sesuai, tingkatkan latihan secara bertahap, lalu tentukan target yang realistis.
Dalam waktu dekat, Jakarta Running Festival (JRF) 2026 akan digelar pada 22–25 Oktober 2026 di Gelora Bung Karno (GBK) Sports Complex, Jakarta. BCA turut mendukung ajang ini sebagai Official Bank Partner. Yuk, ikut meramaikan JRF 2026 dan temukan informasi selengkapnya melalui laman resmi BCA.
