Memasuki dunia kerja dan menerima gaji pertama menjadi momen penting bagi para first jobbers yang dialami “generasi Z (gen Z)”. Di fase ini, banyak dari mereka yang mulai menyusun rencana keuangan sejak dini, mulai dari menabung, membangun dana investasi, hingga merencanakan tujuan finansial jangka panjang. Kesadaran untuk menumbuhkan aset ala gen Z ini sudah tumbuh lebih awal dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Namun, di tengah semangat membangun aset dan mencapai berbagai milestone finansial, aspek perlindungan mungkin belum mendapatkan porsi yang seimbang. Dengan penghasilan yang masih berkembang dan kebutuhan hidup yang mulai bertambah, seperti biaya sehari-hari (transportasi dan makan), cicilan, hingga tanggung jawab keluarga, first jobbers dihadapkan pada tantangan untuk menyusun prioritas keuangan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko yang bisa datang kapan saja tanpa peringatan.
Beberapa first jobbers merasa sudah aman dengan adanya proteksi dari BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan yang didapat dari kantor. Padahal dalam praktiknya, BPJS Kesehatan memiliki keterbatasan pada proses dan fleksibilitas layanan, sementara asuransi dari kantor umumnya hanya memberikan perlindungan dasar dengan limit tertentu dan berlaku selama masa kerja. Ketika kondisi pekerjaan berubah atau kebutuhan medis meningkat, perlindungan tersebut belum tentu dapat sepenuhnya menjawab kebutuhan.
Selain itu, ketergantungan pada fasilitas kesehatan sosial sering kali memiliki kendala birokrasi dan prosedur rujukan yang memakan waktu. Bagi seorang profesional muda dengan produktivitas tinggi, efisiensi waktu dan fleksibilitas dalam memilih fasilitas perawatan medis adalah aspek yang sangat krusial.
Di sinilah pentingnya bagi first jobbers untuk mulai melihat perlindungan kesehatan sebagai bagian dari perencanaan keuangan pribadi, bukan sekedar fasilitas tambahan, melainkan pondasi untuk menjaga stabilitas finansial di tengah perjalanan karier yang masih panjang.
Sebagai langkah melengkapi perlindungan sejak awal karir, BCA bekerja sama dengan BCA Life menghadirkan MyGuard - Hospital Care, proteksi yang dirancang untuk membantu memberikan perlindungan jiwa terhadap risiko biaya perawatan medis akibat sakit maupun kecelakaan serta manfaat santunan tunai rumah sakit, dengan detail sebagai berikut:
- Premi terjangkau, mulai Rp300 ribuan/tahun dan tanpa medical check up
- Uang Pertanggungan hingga Rp500 juta
- Manfaat santunan tunai untuk rawat inap dan rawat jalan hingga Rp1 juta/hari
- Manfaat tindakan bedah hingga Rp7,5 juta/tahun.
Selain itu, pembelian produk dapat dilakukan secara praktis melalui aplikasi myBCA sehingga memudahkan untuk memiliki perlindungan secara mandiri. Dengan premi yang affordable, umumnya dapat disesuaikan dalam kisaran 3-5% dari penghasilan bulanan, MyGuard Hospital Care dapat menjadi langkah awal membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko di masa depan.
Tunggu apa lagi? Lengkapi perlindungan mu dengan paket asuransi MyGuard - Hospital Care dari BCA Life melalui fitur “Proteksi” di aplikasi myBCA.
