Musim hujan dan liburan seringkali datang bersamaan. Saat persiapan liburan kondisi rumah yang akan ditinggal beberapa hari kedepan juga penting untuk diperhatikan terlebih saat musim hujan yang turun terus menerus bisa mengundang risiko tak terduga pada rumah kita. Karena risiko kebakaran tinggi tidak hanya pada saat musim kemarau saja.
Faktanya, musim hujan juga memiliki risiko kebakaran, khususnya saat rumah sedang kosong dalam waktu yang lama. Kelembaban dan potensi gangguan listrik justru dapat meningkatkan risiko kebakaran yang seringkali tanpa tanda-tanda awal yang jelas.
Peningkatan risiko kebakaran tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang saling berkaitan dan sering luput dari perhatian, terutama saat hujan turun terus menerus dan rumah tidak berpenghuni.
1. Rumah jadi lebih lembab dari biasanya
Curah hujan yang tinggi membuat kelembaban di dalam rumah ikut meningkat. Dinding, plafon, hingga area dekat instalasi listrik berpotensi menjadi lembab. Dalam kondisi tertentu, air juga bisa merembes ke jalur kabel atau stop kontak dan dapat meningkatkan risiko korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.
2. Instalasi listrik jadi lebih rentan
Air dan listrik adalah kombinasi berisiko. Rembesan air, kabel yang sudah menua, atau stop kontak yang tidak terlindungi dengan baik menjadi lebih rentan saat musim hujan. Risiko ini seringkali tidak terlihat secara langsung, tetapi dapat berkembang perlahan tanpa disadari. Untuk mengurangi risiko tersebut, lakukan pemeriksaan instalasi listrik secara rutin, pastikan tidak ada kebocoran air, serta matikan peralatan elektronik yang tidak digunakan sebelum bepergian.
3. Rumah yang kosong membuat risiko sulit terdeteksi
Ketika rumah ditinggal liburan, tidak ada yang dapat menyadari tanda-tanda awal risiko, seperti bau hangus, percikan kecil, atau suara tidak normal dari instalasi listrik. Akibatnya, masalah kecil yang seharusnya dapat ditangani lebih cepat berpotensi berkembang menjadi risiko yang lebih besar seperti kebakaran.
4. Jarak memperlambat respon
Saat pemilik rumah berada jauh, respons terhadap masalah menjadi lebih lambat. Keterlambatan ini dapat memperbesar dampak kerusakan yang terjadi. Untuk membantu memantau kondisi rumah, pemilik kini dapat memanfaatkan teknologi seperti, kamera CCTV,smart plug, atau pemantau alat kelistrikan melalui aplikasi pada smartphone.
Liburan adalah waktunya mengisi ulang energi dan menikmati waktu bersama dengan teman atau keluarga. Agar momen liburan benar-benar terasa menyenangkan, rasa tenang dan aman selama perjalanan menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan sejak awal, termasuk memastikan rumah yang ditinggalkan tetap terlindungi.
Risiko memang tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi dapat dialihkan. Dengan Asuransi Kebakaran dari BCAinsurance, sehingga liburan jadi lebih tenang karena rumah terlindungi meskipun terjadi hal yang tidak diinginkan.
Dapatkan berbagai manfaat Asuransi Kebakaran sebagai berikut:
✅ Premi terjangkau, mulai dari Rp200 ribu per tahun
✅ Proses mudah dan cepat, tanpa survei untuk okupasi tertentu
✅ Pembayaran seamless melalui Virtual Account
✅ Perlindungan maksimal dengan perluasan jaminan mulai dari bencana alam, kerusuhan, hingga kerusakan akibat terorisme.
Jangan tunggu sampai risiko terjadi! Ajukan Asuransi Kebakaran melalui Fitur Proteksi di aplikasi myBCA atau kunjungi kantor cabang BCA terdekat.
