Dalam proses membentuk sebuah portofolio investasi terdapat dua strategi utama: SAA (Strategic Asset Allocation) dan TAA (Tactical Asset Allocation). Sesuai dengan namanya, proses ini berfokus pada alokasi kelas aset yang umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu: Kas (Pasar Uang), Obligasi (Surat Utang), dan Saham. Memahami perbedaan keduanya sangat krusial agar portofolio investor tetap "sehat" dan dapat bertumbuh optimal.
Mari analogikan portofolio investasi sebagai sebuah piring makan sehat yang terdiri dari tiga komponen nutrisi utama: karbohidrat, protein, dan serat.
Memahami Komponen Nutrisi Aset
1. Kas = Karbohidrat (Energi Harian)
Karbohidrat adalah sumber energi yang siap dipakai. Kas adalah uang tunai yang likuid, sehingga siap dipakai untuk kebutuhan jangka pendek dan mendesak.
Semakin tinggi aktivitas fisik maka semakin tinggi kebutuhan karbohidrat di hari itu. Semakin tinggi kebutuhan jangka pendek maka semakin tinggi porsi kas yang perlu dimiliki.
Namun, jika portofolio investasi hanya berinvestasi pada kas maka pertumbuhannya tidak akan optimal. Hal ini karena imbal hasil instrumen kas biasanya hanya sedikit lebih tinggi dari inflasi.
2. Obligasi = Serat (Keseimbangan/Kesehatan)
Seperti fungsi serat yang membantu menjaga kestabilan pencernaan, Obligasi (Surat Utang) berfungsi untuk mencegah gejolak ekstrem dalam portofolio. Kupon/Imbal hasil dari Obligasi tetap dibayarkan secara periodik sehingga Obligasi dapat menstabilkan portofolio saat kinerja pasar saham sedang fluktuatif. Obligasi cenderung bersifat defensif. Imbal hasil yang diberikan umumnya lebih rendah dibandingkan Saham tetapi membagikan arus kas secara rutin.
3. Saham = Protein (Otot/Pertumbuhan)
Protein adalah bahan baku utama untuk membangun otot dan tumbuh kembang. Saham adalah salah satu instrumen yang sering digunakan untuk membangun kekayaan jangka panjang (capital gain). Tanpa protein, otot akan menyusut (aset tergerus inflasi).
Namun, asupan protein yang terlalu banyak dan tidak digunakan juga bisa membebani ginjal dan meningkatkan kadar lemak. Terlalu banyak Saham dalam portofolio (tanpa instrumen lain) membuat portofolio sangat fluktuatif (berisiko tinggi). Jika pasar saham sedang turunmaka dampaknya akan sangat besar terhadap portofolio.
Saham adalah investasi jangka panjang. Manusia tidak langsung berotot setelah makan sepiring penuh dada ayam dalam sehari. Portofolio investasi juga tidak dijamin langsung naik signifikan setelah berinvestasi Saham dalam waktu singkat.
SAA (Strategic Asset Allocation): Pedoman Gizi Seimbang (Jangka Panjang)
SAA fokus pada investasi jangka panjang. SAA dapat diibaratkan sebagai Pedoman Gizi Harian untuk kebutuhan tubuhmu selama 5-10 tahun ke depan. Investor menentukan komposisi ideal karbohidrat, protein, dan serat di awal berdasarkan profil risiko dan tujuan finansial jangka panjang lalu menjaganya secara konsisten.
Contoh Penerapan:
Misalkan seorang investor agresif yang mengejar pertumbuhan aset dan menetapkan menu harian:
- 60% Saham (Protein)
- 30% Obligasi (Serat)
- 10% Kas (Karbohidrat)
Jika pasar saham naik tajam dan porsi Saham naik drastis menjadi 80%, maka sebaiknya investor tersebut melakukan rebalancing dengan menukar sebagian porsi saham tersebut dengan Obligasi atau Kas agar porsinya kembali ke rencana awal (60/30/10). Tujuannya agar kesehatan portofolio tetap terjaga untuk jangka panjang.
TAA (Tactical Asset Allocation): Penyesuaian Menu Musiman
Jika SAA adalah pedoman gizi jangka panjang, maka TAA adalah strategi jangka pendek untuk merespons kebutuhan jangka pendek. TAA dapat diibaratkan sebagai penyesuaian menu makan saat ingin diet atau bulking (meningkatkan massa otot melalui surplus kalori). Dalam konteks portofolio, investor melakukan sedikit penyimpangan (hanya untuk sementara) dari SAA untuk memanfaatkan peluang pasar atau menghindari risiko untuk jangka pendek.
Contoh Penerapan:
Seorang investor agresif yang mengejar pertumbuhan aset melihat banyak indikasi bahwa ekonomi akan melemah signifikan dan laba perusahaan akan turun, maka, investor dapat melakukan perubahan:
- 60% Saham (Protein) >>> 40%
- 30% Obligasi (Serat) >>> 40%
- 10% Kas (Karbohidrat) >>> 20%
Komposisi portofolio yang baru (TAA) tersebut bisa bertahan untuk beberapa lama misalnya 3-12 bulan. Semua tergantung dengan analisis untuk ketiga kelas aset ke depannya.
Pedoman Umum Dalam Berinvestasi
Bagi investor yang baru memulai perjalanan investasi, sebaiknya menyusun SAA terlebih dahulu. Penting untuk membangun pola makan dengan gizi ideal (SAA) baru mencoba berbagai program diet musiman (TAA) yang rumit.
Pastikan investasi memiliki komposisi Kas (karbohidrat), Obligasi (serat), dan Saham (protein) yang pas untuk mendukung pertumbuhan aset di masa depan. Setelah berhasil menjaga keseimbangan tersebut, barulah bisa mulai bereksperimen dengan taktik-taktik lanjutan.
Dalam menyusun komposisi portofolio, para investor pemula juga dapat menggunakan Investment Goals pada fitur Investasi di aplikasi myBCA. Dengan Investment Goals, investor akan mendapatkan panduan mengenai alokasi dari jenis produk investasi yang perlu dibeli agar dapat mencapai tujuan investasi dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti; tujuan investasi, nominal dana yang ingin dicapai & jangka waktu untuk mencapai tujuan. Investor dapat memutuskan untuk membeli produk dengan panduan/berdasarkan strategi investor sendiri.
Setiap bulannya, BCA menerbitkan publikasi BCA House View yang membahas secara komprehensif mengenai perkembangan ekonomi dan pandangan BCA terhadap tiga kelas aset utama (Kas/Pasar Uang, Obligasi/Surat Utang, dan Saham). Publikasi tersebut dapat diakses dengan klik tombol di bawah ini:
Selamat meracik portofolio masa depanmu!
