Inovasi layanan perbankan di era digital membuat berbagai transaksi mudah dilakukan. Sentuh layar, buka aplikasi myBCA atau BCA mobile, tap beberapa kali, transaksi pun selesai. Namun di balik kemudahan tersebut, penting juga bagi nasabah untuk tetap waspada dalam menjaga keamanan data perbankan. Kenapa?
Pasalnya, pelaku kejahatan di era digital kerap memanfaatkan kelengahan pengguna (user) untuk memperoleh data-data pribadi yang bersifat rahasia. Tujuannya adalah mencuri atau menguras isi rekening nasabah.
Berikut langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan agar transaksi nyaman sekaligus data pribadi aman.
Jaga Data Perbankan!
Data perbankan mulai dari user ID, PIN ATM, PIN m-Banking, kode OTP, CVV, serta Respon APPLI 1 dan APPLI 2 merupakan informasi rahasia yang hanya boleh diketahui oleh pemilik rekening. Begitu pula informasi yang tertera di KTP dan Paspor, semuanya itu tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, terutama kepada pihak yang mengatasnamakan bank.
Wajib kamu tahu bahwa pihak bank tidak pernah meminta data pribadi melalui telepon, pesan singkat, email, media sosial, atau sarana komunikasi lainnya. Jika ada pihak yang mengaku dari bank dan meminta data itu, dapat dipastikan itu adalah sebuah upaya penipuan.
Selain itu, jangan pernah bagikan data pribadi di media sosial. Hal ini sangat berisiko lantaran data bisa langsung disalahgunakan oleh oknum-oknum penipu.
Biar Aman, Jangan Klik Sembarangan!
Kalau pernah menerima link tak jelas yang masuk via SMS ataupun chat, jangan mengklik link itu sebelum mengetahui asal-usulnya. Sebab, bisa saja hal itu metode penipu untuk mengelabui calon korbannya.
Biasanya disertai pesan tertentu yang menggiurkan dan mendesak, seperti mendapat hadiah dan pembaruan data, penipu akan mendorong calon korban untuk segera mengklik link tersebut.
Apabila hal itu sampai terjadi, sudah pasti data pribadi dan perbankan akan tercuri. So, hindari mengklik link yang diterima dari sumber yang mencurigakan. Jangan mudah terkelabui oleh link atau situs yang terlihat resmi padahal palsu.
Jika memang kamu perlu mengakses link ataupun situs layanan perbankan terpercaya, selalu gunakan situs resmi bank, official website BCA berikut ini: www.bca.co.id, www.klikbca.com, dan mybca.bca.co.id.
Tenang dan Jangan Panik!
Pelaku penipuan sering mencoba membuat calon korban merasa panik atau terdesak. Misalnya, dengan menyampaikan bahwa rekening bermasalah atau transaksi harus segera dikonfirmasi. Mediumyang digunakan pun bervariasi, bisa melalui telepon, mengirimkan link palsu, dan fake BTS.
Situasi-situasi mendesak yang sengaja dibuat itu bertujuan agar korban terburu-buru memberikan informasi pribadi, tanpa sempat berpikir dan melakukan pengecekan terlebih dulu.
Jika akhirnya mengalami hal tersebut, kamu harus tetap tenang, ya. Jangan langsung mengambil keputusan apalagi tindakan! Sebaiknya luangkan waktu sejenak untuk memeriksa kembali informasi yang diterima. Kalau masih ragu dan perlu bantuan, silakan menghubungi:
- Aplikasi haloBCA (tanpa pulsa) atau nomor telepon Halo BCA di 1500888
- Nomor WA Bank BCA di 08111500998 (ber centang biru)
- Akun-akun resmi media sosial BCA bisa cek di sini
***
Kesimpulannya, data perbankan bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun. Tingkatkan kewaspadaan dengan 3 tips di atas dan selalu update info-info seputar modus penipuan untuk kenyamanan transaksi perbankan. Data pribadi terjaga, transaksi lancar tanpa kendala.
