- BI mempertahankan suku bunga dasar di 5,75% pada rapat Okt-26 di tengah pengetatan likuiditas global dan tekanan pada Rupiah, di luar ekspektasi mayoritas pasar.
- Seiring pergerakan ini, BI menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) dan menyesuaikan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), yang diproyeksikan dapat meningkatkan likuiditas sebesar Rp 190 Tn.
- Namun selain itu, BI juga meningkatkan suku bunga deposit sebesar 25bps sebagai upaya membatasi injeksi likuiditas dan menahan tingkat IndONIA (saat ini di 4.99%).
- Lebih lanjut, BI menekankan kembali fokus stabilitas Rupiah dengan peningkatan insentif untuk transaksi DNDF, namun pengetatan global yang persisten dapat mendorong urgensi adanya kenaikan suku bunga sebelum tahun berakhir.