05 Nov 2026 | News & Feature

PDB: Titik terang usai Halloween

  • Pertumbuhan PDB Indonesia terakselerasi ke 5,47% YoY pada Q3-26, didorong terutama oleh ekspor neto seiring meningkatnya produksi batu bara dan permintaan CPO. Sebaliknya, momentum domestik melambat karena konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah mencatat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan Q2-26.
  • Konsumsi melambat secara riil akibat kenaikan inflasi inti dan El Niño yang mengikis daya beli masyarakat. Sementara itu, terlepas dari kontribusi positif sektor jasa keuangan dan perdagangan otomotif, pertumbuhan kredit sebagian besar didorong oleh kebutuhan modal kerja, yang sebagian dipicu oleh memburuknya arus kas korporasi serta kenaikan harga.
  • Dengan deflator PDB yang terakselerasi ke 5,5% YoY, tekanan harga yang persisten ditambah dengan efek tertunda (lagged effect) dari depresiasi Rupiah dan kenaikan yield akan terus menekan daya beli serta margin bisnis. Oleh karena itu, pertumbuhan PDB Q4-26 diperkirakan akan ke kisaran 5,0% - 5,2%.