
Emerging Risks
Kategori Emerging Risks
BCA mengidentifikasi dua kategori utama emerging risks yang dipantau secara berkelanjutan. Kedua risiko ini dianalisis secara mendalam dari aspek definisi, dampak bisnis, dan tindakan mitigasi yang diterapkan.
| Kategori |
Risiko Serangan Siber |
Volatilitas Ekonomi Global |
|---|---|---|
|
Definisi |
Penggunaan teknologi dapat meningkatkan risiko termasuk gangguan sistem, serangan siber, kebocoran data, dan rekayasa sosial. |
Volatilitas ekonomi global (seperti perang dagang, tariff Trump, ketegangan geopolitik, dan/atau pengetatan moneter di negara-negara ekonomi utama) dapat memicu fluktuasi pada makroekonomi Indonesia (nilai tukar, suku bunga, arus modal, dll.), berpotensi menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi domestik, yang dapat berdampak pada kinerja bank dalam hal pinjaman, pendanaan, dan investasi. |
|
Jenis Risiko |
Teknologi |
Ekonomi |
|
Dampak Bisnis |
Setiap potensi gangguan sistem atau serangan siber dapat memiliki implikasi dan mengganggu layanan kepada nasabah. |
Dampak dari risiko ini dapat mencakup peningkatan kredit bermasalah, tekanan pada margin bunga bersih, penurunan profitabilitas, dan potensi penurunan nilai portofolio investasi. Akibatnya, kinerja keuangan bank secara keseluruhan akan terpengaruh. |
|
Tindakan Mitigasi |
Bank menerapkan manajemen risiko IT dan keamanan siber sesuai dengan strategi bank dan panduan regulasi. Dalam hal ini, Bank didukung oleh struktur organisasi yang komprehensif, di mana terdapat unit kerja IT Security Group (ISG), Subdivisi Manajemen Risiko Keamanan Siber (CSM), dan Divisi Audit Internal (DAI) sebagai bagian integral dari konsep tiga lini pertahanan untuk risiko terkait keamanan siber. Selain itu, Bank juga memiliki kebijakan dan prosedur untuk manajemen risiko keamanan siber, serta kebijakan dan prosedur terkait Keamanan IT yang mengacu pada standar internasional. |
Untuk memitigasi risiko, BCA terus meningkatkan kerangka manajemen risikonya dengan memantau indikator makroekonomi secara ketat, melakukan stress-test secara reguler pada portofolio kredit dan pasar, mendiversifikasi portofolio kredit untuk menghindari risiko konsentrasi, mempertahankan buffers modal konservatif, dan mengoptimalkan posisi likuiditasnya. Lebih lanjut, BCA mengambil pendekatan proaktif dengan debitur, terutama mereka yang berada di sektor rentan. BCA meyakini langkah-langkah ini dapat memitigasi dampak negatif ketidakpastian ekonomi global. |