JAKARTA - Perhelatan BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh para pebulutangkis dunia untuk bisa berlaga memperebutkan tahta tertinggi juara di turnamen bergengsi ini.

Selain mempunyai total hadiah yang cukup besar hingga mencapai US$ 900.000, juga turnamen BCA Indonesia Open Superseries Premier pun mempunyai daya tarik tersendiri bagi para atlet. Keramaian dari teriakan-teriakan para penonton yang ada di Istora, sangat digemari dan ditunggu oleh para atlet dari seluruh penjuru dunia yang tak bisa dijumpai di turnamen lainnya.

Tak terkecuali bagi pebulutangkis ganda putri tanah air, Agatha Emanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pemain belia binaan PB Djarum Kudus itu, untuk kali pertamanya bisa berlaga di ajang turnamen Premier. Namun sayang, pada laga babak pertama pagi tadi, Rabu (1/6) keduanya harus langsung menelan kekalahan atas lawan yang di jumpainya dari Denmark, pasangan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen. Mereka kalah dua game langsung 16-21 dan 21-23.

Meski kalah, namun di sisi lain keduanya pun mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman bertanding di level Premier di usianya yang baru menginjak 16 tahun ini.

"Tegang sekali tadi mainnya, saya belum pernah merasakan bertanding dengan didukung oleh penonton yang banyak banget. Ini ajang mengukur kemampuan kami, dan pengalaman penting bagi kami untuk kedepannya," kata Siti usai laga.

"Untuk pertandingan tadi, Kami terlalu banyak angkat bola dan banyak mati sendiri. Game kedua sudah mulai bisa nyerang, namun kalah hoki,"tambah Siti menceritakan kekalahannya.

Di tempat yang sama, Agatha pun mengaku senang mendapatkan pengalaman bisa berlaga di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016.

"Senang bisa main di turnamen ini. Tapi sayang tadi kalah, padahal lawannya gak terlalu susah,"pungkas Agatha.

 

Sumber : http://www.djarumbadminton.com/indonesia-open/berita/read/pengalaman-penting-bisa-berlaga-di-turnamen-sekelas-premier/