Untuk tampilan sempurna aktifkan Javascript pada browser Anda
For a better experience on www.bca.co.id, enable JavaScript in your browser
Program Tanggung Jawab Sosial atau CSR Perusahaan BCA
BAKTI BCA
Bakti BCA

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

"BCA menjalankan berbagai program CSR di bawah payung Bakti BCA, sebagai bagian dari kontribusi BCA terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat"

Sejalan dengan salah satu misi Perseroan, khususnya dalam rangka meningkatkan nilai franchise dan nilai stakeholder, BCA aktif mengembangkan program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Implementasi dari beragam kegiatan CSR BCA berada di bawah payung program Bakti BCA. BCA yakin bahwa melalui pelaksanaan program Bakti BCA, Perseroan dapat turut aktif berkontribusi membangun kesejahteraan masyarakat. Hal inilah yang mewarnai semangat pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility atau CSR) BCA selama ini.

Program Bakti BCA tidak diarahkan untuk semata-mata menjadi program bantuan (charity), ataupun hanya sebagai pemenuhan kewajiban saja. Pengembangan program Bakti BCA berpijak pada konsep berkelanjutan. BCA berkomitmen untuk menjadikan filosofi dan tujuan CSR sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas Perusahaan. Oleh karenanya, dalam setiap pengembangan produk dan layanan BCA kepada nasabah, di dalamnya tersirat komitmen BCA untuk memberikan pelayanan yang mendorong pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

BCA menyadari dirinya merupakan bagian masyarakat, oleh sebab itu BCA berkomitmen untuk senantiasa memberikan dukungan kepada masyarakat dan bersama membangun kesejahteraan. Untuk itulah BCA mengembangkan berbagai program sosial kemasyarakatan di bawah payung Bakti BCA.

Program-program CSR tersebut dituangkan dalam program Bakti BCA yang dilakukan secara berkesinambungan, yang tertuang dalam 3 (tiga) pilar berikut:

Solusi Cerdas BCA merupakan program Bakti BCA yang berkaitan dengan bidang pendidikan. Beragam program dikembangkan BCA sebagai implementasi peran aktif BCA dalam mendukung pengembangan pendidikan generasi muda Indonesia, sebagai penerus pembangunan bangsa. BCA meyakini bahwa kualitas manusia sangat menentukan keberhasilan pembangunan suatu negara karena dengan penduduk yang berkualitas berbagai potensi ekonomi dan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat diolah dan dikelola dengan baik. Untuk itulah, melalui pilar Solusi Cerdas BCA, BCA mendukung upaya meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mendatang.

Program Solusi Cerdas BCA yang dikembangkan secara berkesinambungan, antara lain:

    • Program Pendidikan Akuntansi (PPA) Non-Gelar merupakan salah satu program CSR BCA dalam dunia pendidikan. Diluncurkan tahun 1996, program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan non¬gelar tanpa dipungut biaya bagi lulusan SMA atau sederajat yang memiliki prestasi akademik baik namun memiliki kendala keuangan sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

      Program pendidikan ini tidak hanya dirancang untuk memberi peserta didik pengetahuan mengenai akuntansi dan penerapannya dalam dunia perbankan, namun juga diarahkan untuk membentuk mereka menjadi calon pekerja dengan karakter yang berkualitas. Itu sebabnya, selama mengikuti PPA non gelar, peserta juga mendapat pembekalan soft skill, seperti kepemimpinan, teamwork, pembentukan karakter, grooming, financial planning. Bahkan para staf yang mengelola PPA harus menyediakan waktu untuk menggali lebih dalam sehingga dapat lebih mengenali kepribadian masing-masing peserta didik dan dapat mendorong mereka untuk mengeluarkan potensi terbaik yang ada di dalam diri mereka. PPA non gelar juga memfasilitasi pengembangan minat siswa dalam bidang olahraga dan seni.

      Program PPA didukung oleh staf pengajar berkualitas yang terdiri dari profesional dan dosen berpengalaman dari universitas terkemuka di Indonesia. PPA berlangsung selama 30 bulan dan menggunakan sistem gugur dengan standar kelulusan yang ketat. Selain pembelajaran di kelas, siswa juga mengikuti program on the job training di lingkungan BCA. Dengan demikian, mereka yang berhasil menyelesaikan studi ini benar-benar merupakan calon karyawan yang berkualitas tinggi, baik dari sisi akademis maupun karakter.

      Selama pendidikan, pesertatidakdipungut biaya sama sekali, bahkan mendapatkan uang saku dan fasilitas berupa buku-buku pelajaran serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebijakan perusahaan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk bekerja di BCA, namun tidak memiliki kewajiban untuk bekerja di BCA selepas menyelesaikan program PPA. Selain itu, lulusan PPA juga dapat melanjutkan studi di beberapa lembaga pendidikan tinggi untuk mendapatkan gelar Sarjana Akuntansi. Namun demikian, BCA terbuka apabila alumni PPA non-Gelar berminat untuk melamar sebagai karyawan BCA. Bagi alumni yang berhasil lulus tes seleksi karyawan, akan disetarakan dengan lulusan S1.

      BCA aktif mensosialisasikan program PPA non¬gelar melalui berbagai sarana, seperti website www.bca.co.id. Pada akhir tahun 2014, jumlah peserta program PPA tercatat sebanyak 384 orang, yang terdiri dari 9 kelas (Batch 28-36). Sebanyak 83 peserta berhasil menyelesaikan program ini dan 82 di antaranya memilih untuk bergabung dengan BCA sebagai karyawan permanen pada tahun 2014.


      Peserta Program PPTI

    • Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan meningkatnya peran Teknologi Informasi dalam industri perbankan modern telah mendorong peningkatan kebutuhan SDM di bidang TI, tidak hanya dalam hal kuantitas, namun juga dalam hal kualitas.

      Untuk dapat mengimbangi peningkatan kebutuhan SDM dan perkembangan Teknologi Informasi dalam industri perbankan, mulai tahun 2013 BCA membuka Program Pendidikan Teknologi Informasi BCA (PPTI BCA) Non-Gelar. Program ini adalah program pendidikan setara S1 non gelar yang tidak dipungut biaya dan ditujukan bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ingin melanjutkan pendidikan atau mengembangkan kemampuan dalam bidang teknologi informasi.

      Pendidikan diberikan oleh para praktisi dan pengajar dari sejumlah universitas terkemuka di Indonesia selama 30 bulan. Selain kegiatan di dalam kelas, peserta juga berkesempatan melakukan magang di unit kerja Kantor Pusat BCA. Materi yang diberikan dalam PPTI BCA Non-Gelar ini secara umum sama dengan materi di S1 Teknologi Informasi pada umumnya, namun diperkaya dengan beberapa materi pengembangan diri. Peserta diberikan uang saku dan fasilitas berupa buku-buku pelajaran serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebijakan perusahaan. Setelah peserta program berhasil menempuh pendidikan selama 30 bulan mereka akan mendapatkan penawaran untuk bekerja di BCA, bila perusahaan membutuhkan.

      Untuk menjamin kualitas para lulusan, program ini juga menerapkan sistem gugur dengan standar kelulusan yang tinggi. Peserta dengan IPK kurang dari 2,75 akan dinyatakan gugur dan tidak dapat melanjutkan program pendidikan. Program ini pertama kali berjalan di tahun 2013 dengan jumlah peserta sebanyak 59 orang, yang terdiri dari 2 kelas (Batch 1-2).

    • Program mulai dikembangkan pada Oktober 2002. Magang Bakti BCA ditujukan bagi lulusan SMA hingga S1 yang ingin bekerja dalam industri perbankan. Peserta program ini akan mengikuti proses pelatihan dan permagangan selama satu tahun tanpa ikatan dinas, di mana mereka akan dibekali dengan pengalaman magang di bidang operasional perbankan dan ilmu lainnya yang menunjang. Peserta akan dibimbing oleh karyawan senior BCA di mana mereka ditempatkan.

      Program Magang Bakti BCA memberi kesempatan peserta magang untuk mendapatkan pengalaman operasional sebagai CSO (Customer Service Officer) atau sebagai teller. Peserta magang akan menjalani serangkaian program pelatihan, antara lain menghitung dan menyortir uang secara aman, pengetahuan tentang produk BCA, cara mengidentifikasi keaslian Rupiah, keterampilan sebagai teller/customer service officer (CSO), simulasi mini-banking dan kerahasiaan bank, dan lain sebagainya. Selain keterampilan dan pengetahuan, peserta magang juga akan dibekali dengan soft skill, seperti motivasi dan perawatan diri. Setelah menyelesaikan program ini, peserta magang dengan kinerja terbaik akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

      Dengan meluncurkan program ini, BCA ingin berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya di industri perbankan dan lembaga keuangan. Animo masyarakat terhadap program Magang Bakti BCA relatif baik, tercatat pada 2014, sebanyak 21.523 orang mengajukan lamaran Program Magang Bakti BCA, dan 3.429 orang yang berhasil lolos seleksi untuk bergabung dalam program tersebut menjadi CSO dan teller.

    • Program Bakti BCA Terintegrasi merupakan program CSR BCA yang ditujukan untuk membantu pengembangan infrastruktur pendidikan untuk sekolah dasar, menengah dan atas. Program ini ditujukan untuk sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas, yang memiliki potensi untuk berkembang namun berada di lingkungan masyarakat dengan kondisi ekonomi relatif terbatas.

      Bentuk bantuan yang diberikan dalam program ini, antara lain berupa bantuan buku perpustakaan, pengembangan laboratorium komputer, renovasi ruang belajar, pelatihan guru dan lain sebagainya. Hingga saat ini BCA telah memberikan bantuan kepada 17 sekolah dari mulai Sekolah Dasar hingga SMA di Gunung Kidul, Yogyakarta; Pringsewu, Lampung dan Taktakan Serang, Banten.

      Program Bakti BCA Terintegrasi ini dilaksanakan untuk pertama kali pada 2000 di 3 kecamatan, yakni Ponjong, Semanu, Karangmojo, di daerah Gunung Kidul, Wonosari, Yogyakarta. Selanjutnya, pada tahun 2003, Bakti BCA Terintegrasi dikembangkan di Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, dan pada 2007 dikembangkan di Taktakan, Serang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah yang dimaksud.

      BCA bekerja sama dengan pakar Creative & Innovative Learning dan BCA Learning Service, menyelenggarakan pelatihan dengan materi “Creative & Innovative Learning” bagi Kepala Sekolah dan guru. Pelatihan ini diikuti oleh 45 orang guru, dari 9 Sekolah Dasar Binaan BCA. BCA juga memberikan berbagai bantuan lain, seperti komputer, infocus, screenport, dan AC yang diserahkan secara simbolis oleh pimpinan BCA setempat kepada SDN 3 Semanu, SDN 2 Ponjong di Yogyakarta, SDN 7 Pringsewu Lampung serta SDN 1 dan SDN 2 Taktakan di Serang, pada Desember 2014.

      Sebagai bentuk dukungan untuk program literasi keuangan, serta untuk lebih mendekatkan perbankan kepada generasi muda, BCA juga aktif mensosialisasikan pengenalan perbankan kepada murid-murid sekolah. Program ini dikemas secara interaktif sesuai dengan usia anak-anak. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu dengan mengundang 1.458 murid dan guru SD di Jakarta ke KidZania, Jakarta, di mana anak-anak dapat mengenal fungsi dan layanan perbankan sambil bermain peran.

    • Sejak tahun 1999, BCA menjalankan program Beasiswa Bakti BCA. Program ini ditujukan bagi mahasiswa Strata Satu (S1) yang berprestasi namun memiliki kendala finansial. Diharapkan program tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar dan membantu mereka menyelesaikan pendidikan. Beasiswa Bakti BCA meliputi uang kuliah (SPP) dan/ atau bantuan uang saku.

      Dalam pelaksanaannya, BCA bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti UI, ITB, Unpad, IPB, Undip, UGM, Unbraw, ITS, Unair, Udayana, USU, dan lain-lain. BCA juga menjalin kerja sama dengan beberapa yayasan, seperti Yayasan Paramadina, Yayasan Perbanas, Yayasan Karya Salemba Empat, dan STEKPI dalam memberikan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa berprestasi.

      Pada 2014, BCA melanjutkan pemberian beasiswa kepada 486 penerima Beasiswa periode tahun ajaran 2013 -2014, dan 475 mahasiswa untuk periode tahun ajaran 2014-2015. Dalam pemberian beasiswa ini, BCA bekerja sama dengan 16 perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia.

      Untuk memperluas cakupan pemberian beasiswa, BCA meningkatkan jumlah dana yang dialokasikan untuk program Beasiswa Bakti BCA, yaitu dari Rp3,8 miliar pada tahun ajaran 2013-2014 menjadi Rp4,1 miliar pada tahun ajaran 2014-2015. Beasiswa tersebut secara simbolis diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Cabang BCA setempat kepada perwakilan universitas penerima beasiswa.

      Sebagai ilustrasi, beberapa penyerahan simbolis selama bulan September, antara lain: Kakanwil VIII kepada Direktur Kemahasiswaan UI, Depok; KPOW II Kepada Pembantu Rektor III Universitas Diponegoro, Semarang; KOC BCA KCU Bogor kepada Wakil Rektor Bidang Akademik & Kemahasiswaan IPB, Bogor. Beberapa penyerahan simbolis pada Oktober 2014, antara lain: penyerahan simbolis oleh Kakanwil III BCA kepada Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga dan ketua LPPM ITS, Kakanwil VII BCA kepada Staf Ahli PR 3 Universitas Brawijaya, Malang; Kakanwil IV kepada Pembantu Rektor III Universitas Udayana, Bali; Kakanwil II BCA kepada Direktur Kemahasiswaan UGM; Kakanwil I BCA kepada Direktur Bidang Kemahasiswaan ITB, serta Sekretariat Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan & Hubungan Alumni Universitas Padjadjaran, Bandung; Pimpinan KCU BCA Manado kepada Rektor Universitas Sam Ratulangi, Manado;


      Beasiswa Bakti BCA

      Pimpinan KCU BCA Makassar kepada Rektor Universitas Hasanuddin, Makassar; Pimpinan KCU BCA Palembang kepada Rektor Universitas Sriwijaya; Kakanwil V BCA kepada Pembantu Rektor III Universitas Sumatera Utara.

      Dalam rangka memperluas wawasan penerima beasiswa, BCA mengembangkan beberapa program lain. BCA memfasilitasi program pengembangan soft skill di beberapa universitas. Pada April 2014, BCA menyelenggarakan seminar “Teknik Presentasi & Komunikasi yang Efektif” dan pada September 2014, BCA menyelenggarakan seminar kepemimpinan bertajuk Leading Through Action di ITB, yang diikuti oleh hampir 200 mahasiswa. Di Semarang, kegiatan serupa diselenggarakan di Undip, Semarang (September 2014). Pada Mei 2014, BCA menyelenggarakan seminar di Student Center Kampus C, Universitas Airlangga, bertajuk “Persiapan Menghadapi Dunia Kerja, Teknik Presentasi & Komunikasi yang Efektif”. Seminar diikuti oleh mahasiswa dan penerima beasiswa dari ITS dan Airlangga, Surabaya, serta Universitas Brawijaya Malang. Pada bulan November 2014 yang lalu, BCA memberikan kesempatan kepada kurang lebih 100 penerima beasiswa dan pendamping dari ITB, IPB, UI dan Unpad untuk dapat lebih mengenal seni pentas teater, dengan menyaksikan secara langsung persiapan dan pementasan Teater Koma, di Jakarta.

      Beasiswa Bakti BCA - Lembaga lain: dalam rangka mendukung upaya peningkatkan kualitas pengajar atau dosen dalam bidang sosial, BCA kembali memberikan beasiswa tingkat master dan doctoral yang dikembangkan Yayasan Beasiswa dan Dukungan Penelitian Indonesia (Indonesian Scholarship and Research Support Foundation/ ISRSF). Penerima beasiswa berkesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi di Amerika Serikat. Diharapkan program tersebut dapat mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, serta kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

      Sebagai kesinambungan program sebelumnya, bekerja sama dengan Universitas Paramadina dan STIE Perbanas, BCA kembali memberikan beasiswa kepada beberapa mahasiswa di kedua lembaga pendidikan tersebut.

    • Perhatian BCA dalam bidang pendidikan tercermin pada beberapa kegiatan lain, antara lain:

      Laboratorium Perbankan pada Program Advokasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang: setelah sarana pendidikan tersebut diresmikan pada Maret 2012, dukungan BCA lebih pada penyediaan tenaga pengajar yang memiliki pengalaman di industri perbankan.

      Universitas Gajah Mada, Yogyakarta:

      1. Pada Juni 2014: BCA menyerahkan simbolis bantuan pengadaan fasilitas ruangan BCA Banking Corner di Fakultas Ekonomika & Bisnis, UGM, Yogyakarta, oleh Cyrillus Harinowo (Komisaris Independen BCA) dan Rektor UGM. Diharapkan hal ini dapat semakin melengkapi sarana pembelajaran di FEB UGM.
      2. Dalam rangka melengkapi pengembangan soft skill mahasiswa UGM, serta khususnya untuk melengkapi sarana pembelajaran Fakultas Budaya, UGM. Pada kesempatan tersebut, BCA juga menyerahkan secara simbolis donasi untuk renovasi ruangan program non degree musik di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjoseomantri.

      PPM School of Management: BCA menjadi sponsor utama pada penyelenggaraan The 5th PPM Regional Case Competition (RBCC) yang diprakarsai oleh PPM School of Management (Juni – November 2014). Kompetisi dalam bidang manajemen ini, diikuti oleh lebih dari 73 tim sekolah tinggi atau universitas dari Indonesia


      Direksi BCA menyerahkan donasi hasil penjualan SR 006 untuk mendukung pendidikan ramah anak UNICEF

      dan beberapa negara Asia Tenggara (Malaysia, Philipina, Singapura, dan lain-lain) serta China. Kegiatan ini merupakan dukungan aktif BCA dalam pengembangan pengetahuan, khususnya dalam bidang manajemen, serta untuk memotivasi pengembangan kompetensi generasi muda Indonesia. Finalis RBCC juga berkesempatan untuk mengenal solusi perbankan BCA, seperti layanan contact center Halo BCA maupun TI BCA.

      Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro: sebagai kelanjutan dari dukungan BCA untuk mendukung pendidikan, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana, pada periode 2014, BCA kembali mendukung penyediaan sarana Bloomberg. BCA juga menjadi sponsor pada kegiatan “Diponegoro Entrepreneur Festival”.

      Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia: BCA kembali menjadi salah satu sponsor pada penyelenggaraan The 3rd Bachelor Journey (MJM/Master Journey Management), and The 7th Doctoral Journey (DJM/Doctoral Journey Management) 2014. Sebuah ajang kompetisi yang diikuti oleh peserta doctoral dan mahasiswa strata dua manajemen dari berbagai lembaga pendidikan tinggi dan universitas di Indonesia.

      UNICEF: BCA kembali mendukung program Pendidikan Ramah Anak UNICEF. Donasi BCA secara simbolis diserahkan oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja kepada kepala perwakilan UNICEF Indonesia Angela Kearney pada 17 Maret 2014 Bantuan BCA tersebut didedikasikan untuk anak-anak di Wamena, Irian.

      Yayasan atau Lembaga lain:
      Dalam rangka memberikan dukungan pada upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, BCA juga mendonasikan kepada beberapa yayasan atau lembaga lain. Pemberian donasi dan bantuan dana pendidikan pada program NU terkait dengan bimbingan pasca ujian nasional bagi lulusan sekolah menengah atas yang kurang mampu, dan lain-lain. Dukungan BCA berupa sponsorship pada kegiatan yang dilakukan beberapa lembaga pendidikan, seperti SMA Kanisius, SMA Al Azar, Bintaro, dan lain-lain.

    • Dalam rangka mendukung pelaksanaan program literasi keuangan, BCA menyelenggarakan beberapa kegiatan antara lain:

      • Literasi Keuangan Kepada anak sekolah:
        sejak 2007 BCA bekerja sama dengan KidZania mengembangkan sarana edukasi perbankan yang ditujukan kepada anak-anak. Sarana dikembangkan dalam bentuk edutainment agar selaras dengan target sosialisasi. Anak-anak dapat lebih mengenal solusi perbankan, layanan dan fungsi ATM, serta mengenal beberapa profesi di industri perbankan.
      • SelaIn Itu, beberapa kegiatan terkait dengan literasi keuangan kepada anak usia sekolah dilaksanakan melalui beberapa program seperti Day Care BCA (halaman 333), edukasi di beberapa sekolah dasar yang berada di Jabodetabek.


        BCA berpartisipasi pada peluncuran Mobil Literasi Keuangan Si Molek yang diprakarsai oleh OJK



        Edukasi layanan perbankan di KidZania Jakarta.
      • BCA berpartisipasi pada kegiatan edukasi dengan menggunakan mobil literasi keuangan Si Molek yang diprakarsai oleh OJK. Peluncuran Si Molek dilaksanakan pada Februari 2014 di Pasar Tanah Abang. Edukasi yang dikoordinasikan BCA ini berlangsung di 14 kota, antara lain Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Manado. Roadshow Si Molek dilaksanakan pada 03 - 09 Februari 2014.
      • BCA juga mendukung Penyelenggaraan program Semiloka yang diprakarsai oleh OJK. Kegiatan edukasi literasi keuangan tersebut dikemas dalam bentuk pameran, seminar dan beberapa kegiatan lain. Kegiatan dilaksanakan di beberapa daerah, seperti: Lombok (Maret 2014), dan Jambi (Agustus 2014) bersama lembaga jasa keuangan lainnya, BCA berpartisipasi pada kegiatan Peluncuran Layanan Keuangan Mikro di desa nelayan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat dan Pasar Keuangan Rakyat yang berlangsung selama dua hari, di Jakarta pada bulan Desember 2014 yang lalu.

      BCA aktif membuat dan mempublikasikan materi edukasi solusi perbankan BCA melalui berbagai sarana, salah satunya adalah Rubrik Berita BCA. Rubrik Berita BCA dikembangkan secara konsisten dan berkesinambungan. Selama periode 2014, BCA bekerja sama dengan beberapa media massa dalam mempublikasikan dan mengasuh rubrik Berita BCA, seperti koran Kompas, Pikiran Rakyat (PR), Jawa Pos, majalah SWA, majalah Tempo, tabloid Kontan, Kompas.com, Kontan.co.id, Yahoo.co.id, PR online, detik.com versi mobile, SWA online, Tempo online, maupun beberapa media lain.

BCA bersinergi dengan beberapa lembaga yang memiliki kredibilitas dan kompetensi dalam bidang budaya, kesehatan, lingkungan, olahraga, dan empati, untuk mengimplementasikan beberapa kegiatan Solusi Sinergi BCA. Program yang dijalankan pada tahun 2014 antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Bakti BCA dalam Bidang Budaya;
  2. Bakti BCA dalam Bidang Kesehatan;
  3. Bakti BCA dalam Bidang Lingkungan Hidup;
  4. Bakti BCA dalam Bidang Olahraga;
  5. Program Empati.

    • Mengembangkan dan menjaga budaya bangsa adalah faktor esensial dalam pembangunan manusia seutuhnya. Itu sebabnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia, BCA senantiasa berperan aktif dalam berbagai upaya melestarikan dan mendukung pengembangan budaya nasional, yang diwujudkan dalam program “BCA untuk Wayang Indonesia”. Program ini mulai dikembangkan BCA pada tahun 2012.

      Selama periode 2014, BCA kembali meng¬implementasikan beberapa kegiatan, antara lain:

      1. WOW – World of Wayang: BCA bekerja sama dengan Pepadi dan Kompas TV, kembali melanjutkan pengembangan sarana edukasi dan pengenalan wayang kepada generasi muda melalui layar kaca. WOW pertama kali


        Salah satu booth pengrajin wayang di Wayang Masuk Mall.

        diluncurkan pada tahun 2012. Program ini ditayangkan setiap Minggu siang, di Kompas TV. Dalam jangka panjang, diharapkan program tersebut dapat menumbuhkan kebanggaan dan motivasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan wayang Indonesia.

        Pada tahun 2014, bersama dengan Pepadi dan Kompas TV, berhasil ditayangkan season IV dengan 13 episode, dan sebagian season V dengan 13 episode yang akan berakhir pada bulan Februari 2015. Tema yang diangkat pada tahun 2014, antara lain: pada season IV: dokumentari dengan mengangkat tema pengembangan wayang oleh anak muda dan pada season V: Epik Cinta Ramayana dan lain-lain.
      2. Wayang for Student, program edukasi wayang kepada murid sekolah tingkat SD sampai dengan lanjutan atas ini diselenggarakan di Ubud, Bali. Bekerja sama dengan pengelola Rumah Topeng & Wayang Setia Darma, pada April 2014 yang lalu diselenggarakan serangkaian kegiatan meliputi pagelaran wayang, seminar, aktivitas interaktif. Pengunjung disuguhi pertunjukan wayang sasak, wayang Bali modern, wayang listrik yang dibawakan oleh dalang ternama. Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari ini, mengundang kurang lebih 1.500 siswa dan pendamping siswa.
      3. Wayang Goes to Campus, Universitas Indonesia: BCA mendukung penyelenggaraan acara ini, sebagai upaya pengembangan sarana edukasi budaya Indonesia kepada generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa. Bentuk kegiatannya cukup beragam, seperti pameran, seminar, serta pertunjukan wayang.
      4. Edukasi seni peran teater kepada generasi muda, sebagai upaya BCA untuk turut aktif mendukung pengembangan seni peran teater di Indonesia. Implementasi program tersebut, antara lain mengajak generasi muda untuk menyaksikan langsung pagelaran teater yang dikelola oleh pelaku seni profesional. Pada kesempatan tersebut, peserta juga diberi kesempatan untuk berdialog dengan para pelaku seni, bahkan pada beberapa kesempatan dapat menyaksikan persiapan sebelum pementasan. BCA juga mengundang para penerima beasiswa dari UI, ITB, IPB, dan Unpad menyaksikan pementasan teater Koma dengan lakon “Republik Cangik” (November 2014), siswa SMAN 3 Tatakan menyaksikan pentas teater Koma dengan lakon “Demonstran” (Maret 2014), dan lain-lain.
      5. Wayang Masuk Mal: sebagai kesinambungan dari program Wayang Masuk Sekolah yang dilaksanakan di Semarang pada tahun lalu, pada Agustus 2014 BCA kembali mengembangkan program edukasi dan pengenalan wayang ke generasi muda di Semarang. Kali ini, BCA bekerja sama dengan Pemda dan radio JFM Semarang. Dengan mempertimbangkan kemudahan akses, kegiatan ini dilakukan di sebuah mal di Semarang. Kegiatan yang diberi nama “Wayang Masuk Mal” ini melibatkan pelaku seni generasi muda, seperti Woro Mustika Siwi, Jose Amadeus Krisna Fow, serta murid-murid dari beberapa sekolah, dan berlangsung selama 3 hari.
      6. Pada November 2014, BCA mendukung pengembangan dan pengenalan seni lukis art brut, yaitu karya seni yang diciptakan penyandang gangguan mental. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku seni Dwi Putro Mulyono, yang berlangsung di Pasar Seni ITB Bandung.
      7. Pengembangan perfilman Indonesia: kembali BCA memberikan dukungan dalam bentuk sponsor pada program yang dikembangkan oleh Balinale “The 8th Annual Balinale International Film”. Program dimaksudkan oleh penyelenggara sebagai sarana untuk mengembangkan film di Indonesia.


        Direksi BCA meresmikan kegiatan “Wayang Masuk Mall”.
      8. BCA juga aktif mendukung beberapa organisasi lembaga yang memiliki dedikasi dan integritas dalam pengembangan budaya bangsa. Bentuk dukungan BCA bisa dalam donasi maupun sponsorship. Beberapa implementasi, antara lain penerbitan “Komik wayang Bharatayudha” yang diprakarsai oleh Unima Indonesia, “Festival Dalang Bocah” yang diselenggarakan oleh Pepadi, pementasan Teater Koma dengan lakon “Demonstran“ dan “Republik Cangik”, pagelaran “Wayang Kulit dan Tari Jawa Klasik” oleh Graha Budaya Puspatarini, misi kesenian kulit di Thailand (Pepadi), misi budaya Senawangi dalam Indonesia Culture, Asean Puppertry Association 2014, pagelaran wayang orang Bharata, pagelaran recital piano tunggal Indonesia, Teater Wayang Indonesia (Senawangi), penerbitan buku “Wayang Potehi of Java”, program seni rupa komunitas Salihara, dan lain-lain.

    • Kesehatan masyarakat merupakan salah satu faktor penting bagi pembangunan bangsa. Untuk itu, BCA turut aktif memfasilitasi kegiatan layanan kesehatan masyarakat. Program CSR dalam bidang kesehatan tersebut berupa pengembangan layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat kurang mampu. Dalam pelaksanaannya, BCA bekerja sama dengan beberapa lembaga yang memiliki kompetensi dan kredibilitas tinggi dalam bidang layanan kesehatan.

      Beberapa bentuk pelaksanaan kegiatan sosial dalam bidang kesehatan selama tahun 2014, antara lain:

      1. Operasi Katarak

        Bekerja sama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami), BCA aktif memfasilitasi layanan operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu. Program yang dilaksanakan secara berkesinambungan tersebut pertama kali diadakan pada tahun 2001. Diharapkan kegiatan ini dapat mengurangi jumlah penderita katarak. Kegiatan ini juga mendukung program Pemerintah dan WHO (World Health Organization) Vision 2020, yaitu the right to sight, sebuah inisiatif global untuk mengurangi kebutaan di dunia. Program yang diprakarsai oleh WHO tersebut bertujuan untuk mengeliminasi avoidable blindness, yakni kebutaan yang seharusnya dapat dicegah atau dihilangkan.

        Pada tahun 2014, layanan operasi katarak diselenggarakan di berbagai daerah, antara lain di Klinik Nur Hikmah, Parung, Bogor; RS Qadar, Tangerang; RSUD H. Damanhuri, Barabai, kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Barat; di RS Awal Bros, Batam, Kepulauan Riau; RSUD Larantuka, Flores Timur, Nusa tenggara Timur. Sejak pertama kali diluncurkan hingga Desember 2014, berhasil dilaksanakan 434 tindakan di berbagai daerah di Indonesia.
      2. Layanan Kesehatan Klinik Duri Utara

        Sejak 2012 yang lalu, BCA bekerja sama dengan manajemen Klinik Duri Utara memfasilitasi layanan kesehatan yang berkualitas dengan biaya yang relatif terjangkau bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif BCA dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

        Bertepatan dengan peringatan HUT BCA ke-57 pada Februari 2014 yang lalu, BCA memfasilitasi pengobatan gratis, berupa pemeriksaan kehamilan (USG) dan laboratorium sederhana kepada masyarakat sekitar Klinik Duri Utara. Selama periode 2014, Klinik Duri Utara telah memberikan layanan kesehatan yang meliputi layanan konsultasi kesehatan umum maupun pengobatan, layanan keluarga berencana, operasi kecil/penanganan & perawatan luka, imunisasi anak, vaksinasi dewasa, dan lain-lain.
      3. Donor Darah Bakti BCA: BCA bekerja sama dengan PMI menyelenggarakan program donor darah sejak tahun 1991. Hingga kini BCA aktif menyelenggarakan kegiatan donor darah, yang diikuti oleh karyawan dan manajemen BCA. Pada umumnya, kegiatan dilaksanakan secara periodik dan merupakan agenda tetap, yaitu 3 atau 4 kali dalam satu tahun. Kegiatan dilaksanakan di kantor pusat maupun di beberapa cabang BCA. Pada tahun 2014, BCA menyumbangkan 1.962 kantong darah kepada PMI.
      4. Donasi Alat Bantu Operasi Katarak: Bertepatan dengan HUT BCA ke-57 pada Februari 2014, BCA menyumbangkan alat bantu operasi katarak, berupa satu unit mikroskop kepada pengurus SPBK Perdami. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Jahja Setiaatmadja kepada Dr. Yeni Dwi Lestari. SpM
      5. Layanan Kesehatan di Desa Bleberan: Layanan kesehatan di Desa Bleberan, kecamatan Playen, Yogyakarta, ini dilaksanakan pada Februari 2014. Pada kesempatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan dan cek kesehatan tanpa dikenai biaya. Selain itu, BCA juga memfasilitasi kegiatan donor darah bersama dengan karang taruna setempat.
      6. Lain-lain: BCA juga memberikan bantuan kepada RS Bersalin & Balai Pengobatan Kudus. Dalam rangka edukasi mengenai kesehatan, BCA juga aktif mendukung dalam bentuk donasi maupun sponsor kepada beberapa lembaga, antara lain Jalan Santai Eye Donor Awareness (Perkumpulan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia (PPMTI) dan Bank Mata Indonesia), Hari Susu Nasional oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Kampanye Peduli Alzheimer (Yayasan Alzheimer - ALZI), Penuntasan TBC, dan lain-lain.


        Layanan operasi katarak yang diselenggarakan oleh BCA.



        Direksi BCA menyerahkan secara simbolis alat bantu operasi katarak kepada SPBK Perdami
    • Pengelolaan lingkungan hidup merupakan salah satu upaya untuk menjaga ekosistem alam dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Untuk itulah, BCA bermitra dengan beberapa lembaga yang memiliki kepedulian dan kapabilitas dalam hal tersebut melakukan berbagai kegiatan, sebagaimana telah diuraikan pada halaman 327 laporan ini

    • BCA juga memberikan perhatian dalam pengembangan olahraga di Indonesia dan memberi dukungan kepada beberapa organisasi dan lembaga pembinaan olahraga. Pada tahun 2014, BCA mendukung penyelenggaraan ajang lomba bulu tangkis tingkat internasional sebagai sponsor utama. Kompetisi tingkat internasional ini diprakarsai oleh BWF (Badminton World Federation) bermitra dengan PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia), serta beberapa lembaga lain, dengan nama “BCA Indonesia Open (BIO) 2014”. Nota kesepakatan BCA dengan PBSI dilakukan pada Mei 2014. Turnamen tersebut dilaksanakan selama 6 hari (17 – 22 Juni 2014), di Istora Senayan, Jakarta. BIO 2014 merupakan event tahunan dari Indonesia, yang mendapat perhatian dan respon sangat baik dari atlet maupun organisasi bulutangkis internasional. Desain maskot untuk event ini serta area Istora dikemas dengan mengangkat budaya Indonesia. Bahkan, pada malam ramah tamah yang sekaligus merupakan acara pembukaan BIO 2014, terdapat booth pengenalan wayang di mana para atlet dan official dapat mencoba memasang kostum dan mewarnai wayang golek.

      BCA juga mendukung dalam bentuk donasi maupun sponsorship, beberapa kegiatan olahraga lain, seperti Electro Run 2014 (Juni 2014), Lomba Dayung dan lain-lain. Selain sebagai upaya mendukung kemajuan olahraga nasional, hal tersebut juga merupakan sarana untuk mensosialisasikan pola hidup sehat.


      Untuk pertama kalinya, BCA menjadi sponsor utama pertandingan bulutangkis tingkat internasional.

    • Selain hal tersebut, BCA juga aktif memberikan bantuan bagi masyarakat yang terkena musibah bencana alam. Pada tahun 2014, Bakti BCA kembali menyalurkan bantuan terkait dengan musibah di beberapa daerah. Bantuan Bakti BCA kepada masyarakat yang terkena musibah banjir di Manado, diserahkan pada bulan Januari dan Februari 2014.

      BCA bekerja sama dengan lembaga yang memiliki kompetensi dalam penanggulangan bencana di tanah air. Untuk itu, pada Januari 2014, Direktur BCA secara simbolis menyerahkan donasi bantuan banjir Jabodetabek kepada Ketua PMI DKI Jakarta. Selain hal tersebut, manajemen dan karyawan BCA juga melakukan gerakan bersama, berupa pengumpulan bantuan makanan kering, air mineral, serta pakaian layak pakai. Bantuan ini dikoordinasikan oleh cabang BCA dan diserahkan kepada masyarakat yang terkena musibah banjir di Jabodetabek. BCA juga memberikan bantuan terkait dengan musibah banjir di Purworejo, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Kelud di Jawa Tengah dan tanah longsor di Banjarnegara, Purwokerto.

    • BCA memberikan donasi kepada beberapa lembaga atau organisasi yang melakukan kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat yang selaras pilar kegiatan sosial BCA. Bantuan diberikan sesuai dengan kebutuhan lembaga atau organisasi dan tidak bersifat permanen. Sebagai ilustrasi, pada 2014, BCA memberikan donasi dalam kegiatan pelayanan sosial kemanusian bagi anak-anak, santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan kepada Yayasan Pepabri, Yayasan Korps Cacat Veteran Republik Indonesia, LVRI, Purnayuda, dan lain-lain.

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya yang ditujukan untuk menciptakan keadaan di mana masyarakat mampu bertumbuh dan mencapai kemajuan secara mandiri. BCA mendukung upaya tersebut melalui Solusi Bisnis Unggul BCA. Program ini dikembangkan sejalan dengan salah satu keunggulan solusi perbankan BCA dalam payment system. Beberapa bentuk implementasi program solusi bisnis unggul BCA, antara lain:

  1. Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mitra Bersama;
  2. Pemberdayaan dan Kemitraan dengan Komunitas.
    • Peran Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia sangat besar dan telah terbukti mampu menyelamatkan perekonomian bangsa pada saat dilanda krisis ekonomi beberapa waktu yang lalu. Usaha kecil mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta kesempatan berusaha bagi masyarakat banyak dan hal ini mendukung kuatnya fundamental perekonomian Indonesia.

      Pada tahun 2009, bekerja sama dengan dua perusahaan terkemuka lainnya di Indonesia, yakni PT Astra Internasional Tbk dan PT Pertamina, BCA berkolaborasi mengembangkan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mitra Bersama. Salah satu tujuan dari pembentukan lembaga tersebut adalah memfasilitasi para pelaku usaha kecil agar dapat mengembangkan usaha mereka secara lebih berkelanjutan dan kompetitif.

      Guna mengimplementasikan pembentukan LPB Mitra Bersama, ketiga perusahaan tersebut difasilitasi oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra. Hingga saat ini telah dikembangkan LPB Mitra Bersama di beberapa kota, yaitu di Sidoarjo (Jawa Timur), Palembang (Sumatera Selatan), Bukit Tinggi (Sumatera Barat), Yogyakarta dan Pontianak.

      Pendampingan LPB Mitra Bersama dilakukan melalui beberapa program, antara lain: konsultasi, pelatihan (seperti: pengelolaan keuangan atau akuntansi sederhana, manajemen, pengelolaan bengkel roda dua, pengolahan limbah, pengelolaan kemasan, pelatihan internet/website, pelatihan quality control); memfasilitasi pengenalan dan upaya pengembangan pasar; pengenalan perbankan atau lembaga finansial (seperti: sosialisasi produk dan jasa perbankan, temu pembiayaan UMKM), pengembangan jejaring (misalnya temu usaha UMKM, bazar). Pengurus LPB Mitra Bersama juga aktif melakukan kerja sama dengan lembaga pendidikan dan Pemerintah Daerah maupun lembaga terkait setempat untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada para pelaku usaha kecil.

      Hingga saat ini tercatat pelaku usaha kecil yang menjadi anggota LPB Mitra Bersama tersebut:

      • LPB Mitra Bersama Sidoarjo, Jawa Timur: 560 pelaku usaha kecil dalam bidang kerajinan, bengkel, konveksi, spare part kendaraan roda dua, dan lain-lain.
      • LPB Mitra Bersama Palembang, Sumatera Selatan: 138 pelaku usaha kecil dalam bidang makanan, kain jumputan, bengkel, dan lain-lain.
      • LPB Bukit Tinggi, Sumatera Barat: 31 Pelaku usaha kecil dalam bidang makanan, sulaman, bengkel, dan lain-lain.
      • LPB Mitra Bersama Yogyakarta: 177 Pelaku usaha kecil dalam bidang kerajinan, bengkel, makanan, perdagangan, dan lain-lain.
      • LPB Mitra Bersama Pontianak: 114 Pelaku usaha kecil dalam bidang makanan, kerajinan, dan bengkel.

      Untuk lebih memajukan perkembangan UKM di berbagai daerah, LPB Mitra Bersama juga aktif menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan atau lembaga pemerintah terkait.

    • BCA juga aktif melakukan pendampingan kepada beberapa komunitas untuk dapat lebih mengembangkan potensi daerah. Diharapkan melalui upaya tersebut dapat membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Upaya tersebut tentunya juga ditujukan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Secara tidak langsung juga turut mendukung peningkatan ekonomi nasional Indonesia. Beberapa program yang diimplementasikan selama 2014, antara lain:

      1. Desa Wisata Bejiharjo - Paguyuban Wirawisata Gelaran
        Paguyuban ini merupakan komunitas yang diprakarsai oleh Karang Taruna Gelaran II, dengan restu pemuka masyarakat setempat. Salah satu program yang dikembangkan oleh paguyuban tersebut, adalah pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pengembangan desa wisata Wirawisata Gua Pindul, yang terletak di Desa Bejiharjo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pengembangan Desa Wisata tersebut menciptakan lapangan pekerjaan dan usaha bagi pemuda dan masyarakat setempat.

        BCA secara aktif mendukung upaya yang dilakukan oleh Karang Taruna Gelaran II Desa Bejiharjo sejak 2012 dengan memasang Electronic Data Capture (EDC) BCA sebagai alternatif sarana pembayaran pengunjung Gua Pindul. Sebagai kesinambungan dukungan BCA, dalam rangka pengembangan kualitas SDM, pada tahun 2014, dukungan BCA difokuskan pada pengembangan soft skill pengurus dan pengelola desa wisata, antara lain berupa pelatihan dengan materi experiential learning/outdoor training, yang mencakup juga mengenai pengembangan materi promosi, pengembangan paket permainan dan pembuatan alat permainan, pelatihan pemasangan alat permainan, dan lain-lain. Pelatihan ini dimaksudkan untuk mengembangkan dan melengkapi wisata air yang selama ini telah ada. Selain itu, BCA juga menyelenggarakan pelatihan terkait dengan kualitas layanan, pengetahuan tentang pariwisata, serta pelatihan penggunaan dan pengelolaan sarana promosi dan komunikasi secara online.

        Beberapa kinerja positif dari Paguyuban Wirawisata Gelaran tercermin pada pendapatan yang diperoleh selama ini yang meningkat kurang lebih 20 kali dibandingkan sebelum mendapat pendampingan dari BCA.
      2. Desa Bleberan: Desa wisata ini dikenal juga dengan nama Sri Getuk, sebuah kawasan yang didukung alam yang mempesona. Untuk meningkatkan akses kepada konsumen, BCA mengembangkan pelatihan penggunaan dan pengelolaan sarana promosi dan komunikasi secara online pada November 2014.
      3. Desa Wukirsari
        Masyarakat desa Wukirsari yang terletak di kecamatan Imogiri, Bantul ini, yang dikenal sebagai desa dengan ketrampilan dalam seni batik dan wayang tatah sungging. Keunikan tersebut merupakan salah satu kekuatan dari desa Wukirsari untuk berkembang menjadi desa wisata. Wisatawan dapat mengenal seni budaya, seperti pertunjukan wayang, pembuatan wayang maupun batik, bahkan dapat turut bereksperimen untuk membuat wayang maupun batik dalam suasana kehidupan pedesaan Indonesia melalui paket wisata live in. Dalam rangka mendukung hal tersebut, BCA menyelenggarakan pelatihan keterampilan SDM dan pengelolaan desa wisata. Materi pembelajaran dilengkapi dengan studi banding pada pelayanan jasa wisata. Diharapkan pelatihan tersebut dapat memberikan wawasan dan meningkatkan soft skill masyarakat, khususnya pengurus desa untuk dapat mengembangkan layanan kepada pengunjung yang datang ke desa Wukirsari. Pada November 2014, pengurus desa wisata tersebut juga diundang untuk mengikuti pelatihan pengelolaan sarana promosi dan komunikasi secara online.
      4. Desa Penting Sari
        Desa Penting Sari atau dikenal sebagai Dewi Peri yang terletak di lereng Gunung Merapi, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, merupakan daerah yang memiliki potensi untuk berkembang sebagai desa wisata alam, budaya dan pertanian. Turis dapat tinggal dan merasakan kehidupan di desa atau live in. BCA menyelenggarakan pelatihan bagi pengurus desa wisata Dewi Peri terkait pengelolaan sarana dan prasarana, serta SDM. Pelatihan ini mencakup beberapa materi, antara lain industri pariwisata dan pengelolaannya, layanan prima, kerja sama tim, pelatihan komunikasi. Peserta pelatihan difasilitasi untuk melakukan benchmarking layanan prima di sebuah hotel di Yogyakarta


        Pelatihan experiential learning/outdoor training untuk pengurus desa binaan Bakti BCA.

BCA Promo | Unduh | Simulasi | Aplikasi Online | Hubungan Investor | Kurs & Suku Bunga | Biaya & Limit | Lokasi BCA