- Indonesia mencatatkan surplus perdagangan yang moderat sebesar USD 2,52 miliar pada Desember 2025. Hal ini disebabkan oleh lonjakan impor yang melampaui pertumbuhan ekspor yang juga kuat. Pertumbuhan impor ini didorong oleh impor barang modal yang mencapai rekor tertinggi dan diperkirakan akan tetap tinggi hingga awal 2026.
- Pertumbuhan ekspor didorong oleh kenaikan harga komoditas dan permintaan yang kuat dari mitra dagang seperti Tiongkok, India, dan AS. Prospek ekspor ke depan didukung oleh negosiasi tarif AS yang positif dan rencana Tiongkok untuk meningkatkan konsumsi.
- Meskipun demikian, surplus perdagangan diperkirakan akan lebih rendah di 2026. Hal ini disebabkan oleh risiko seperti peraturan domestik baru yang membatasi ekspor komoditas dan penguatan dolar AS yang dapat menahan kenaikan harga komoditas.