Dirilis pada 08-07-2020

Buat Apa Beli Rekening, Bikinnya Aja Gampang

Buat Apa Beli Rekening, Bikinnya Aja Gampang

Jika ada seribu jalan menuju Roma, para pelaku kejahatan online sepertinya punya dua kali lipatnya deh. Pasalnya kasus penipuan online via transfer bank seakan enggak ada habisnya.

Sampai hari ini saja, modus baru terus bermunculan dan bikin heboh masyarakat. Sayangnya korban juga masih berjatuhan. Penyebabnya kalau bukan penjahatnya yang kelewat jago, ya karena kelalaian dan kurangnya pengetahuan korban.

Nah, di antara banyaknya modus, ada satu jenis kejahatan yang sekilas bikin kita heran. Sudah dengar kan soal kasus penjualan rekening lewat sejumlah e-commerce dan marketplace?

Sesaat mungkin kamu bingung, rekening kok dijual. Sudah begitu ada yang beli pula. Buat apa coba? Buka rekening baru kan sekarang segampang chatting sama pacar.

Tinggal buka aplikasi BCA mobile, buka rekening baru, verifikasi video call, lakukan setoran via transfer, jadi deh. Enggak perlu ke cabang.

Klik di sini untuk panduan buka rekening baru via BCA mobile.

Terus kenapa ada yang sampai jual rekening? Ini dia modus kejahatan baru yang harus kamu waspadai.

Jadi rekening-rekening yang dijual pelaku ini bukan rekeningnya dia, melainkan rekening orang lain yang jadi korban. Tentu saja hal ini sangat ilegal.

Pantauan Smart-Money.co, penjualan rekening bank ini punya harga yang bervariasi. Untuk rekening-rekening seperti BRI, BNI, BCA, CIMN Niaga, Jenius, itu dihargai dari Rp50 ribu sampai jutaan rupiah. Malahan ada juga yang menjual akun dompet digital. Aduh.

Rupanya, rekening-rekening yang dijual ini memang bersifat second dan dipilih secara acak oleh pelaku. Penjual pun dengan bahasa marketingnya sampai menjamin pemilik rekeningnya tidak akan tahu sehingga pembelinya pasti aman lho. Sudah begitu zaman sekarang kan tidak perlu yang namanya kartu ATM.

Tak hanya itu, demi meyakinkan calon pembelinya, pelaku menunjukkan bukti bahwa rekening yang dijual bukan kaleng-kaleng. Biasanya pelaku menyertakan foto profil akun bank tersebut lengkap dengan nomor-nomornya.

Pelaku juga berani terang-terangan menawarkan transaksi pembelian platform resmi e-commerce atau marketplace. Duh!

Untuk kamu yang menemukan akun-akun penjual rekening, jangan ragu untuk laporkan. Sebab kejahatan ini semakin meresahkan masyarakat.

Modus kejahatan ini sebenarnya sempat ramai tahun lalu. Namun yang dijual adalah buku tabungan. Pembelinya pun tentu saja orang-orang yang memang berniat jahat.

Nama dan rekening dari buku tersebut kemudian digunakan untuk bertransaksi dan pelaku tinggal memanipulasi korban dengan meminta kode OTP.

Ya, kode OTP akhirnya jadi benteng pertahanan kita yang sangat penting untuk dijaga. Lindungi nomor rekeningmu. Ganti PIN ATM dan password mobile banking secara berkala. Hindari penggunaan password yang berhubungan dengan tanggal -tanggal penting seperti hari lahir, pernikahan, dan sebagainya.

Curigalah pada setiap telepon masuk yang mengiming-imingi hadiah dengan syarat memberikan kode OTP. Sebab bisa jadi mereka sudah mengantongi data kita dan tinggal menunggu kita lengah memberikan apa yang mereka mau.

Jadilah generasi anti modus, Guys!

Sumber : smart-money.co

Rekomendasi Artikel
Berita
Situasi pandemi Covid-19 menjadi momentum kebangkitan para pengusaha lokal dan UMKM di seluruh Indonesia.
Berita
RUPSLB BCA Syariah - Direksi dan Komisaris PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) dan PT Bank Interim Indonesia (Bank Interim) berfoto bersama usai Rapat 
Berita
Masih nyari kendaraan impian buat bikin keren kamu di jalan? Atau cari mobil keluarga yang nyaman dan fungsional untuk kerja harian?
Berita
Local Currency Settlement (LCS) Indonesia Jepang adalah layanan pembayaran perdagangan, investasi dan transaksi antara kedua Negara