Dirilis pada 13-03-2020

Jika Terpaksa Karyawan Harus Bekerja Dari Rumah Akibat Corona

Saat ini saja, Microsoft, Amazon dan perusahaan-perusahaan besar lainnya di AS telah membuat keputusan untuk membolehkan para karyawannya bekerja dari rumah karena virus COVID-19.

Jakarta, 9 Maret 2020

Perlahan-lahan jumlah orang yang terinfeksi virus corona atau COVID-19 terus bertambah. Berbagai acara internasional dan nasional, seperti konser telah dibatalkan untuk mengurangi potensi menyebar virus jadi lebih luas.

Tak menutup kemungkinan perusahaan-perusahaan akan dihimbau oleh pemerintah untuk membuat para karyawannya bekerja dari rumah jika kondisi mengharuskan demikian.

Saat ini saja, Microsoft, Amazon, Ford Motor, Citigroup, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya di Amerika Serikat telah membuat keputusan untuk membolehkan para karyawannya bekerja dari rumah karena virus COVID-19, seiring bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi.

Bagaimana jika hal tersebut terjadi di Indonesia, adakah persiapan yang haus dilakukan? Harvard Business Review memberikan beberapa strategi yang dapat dilakukan para pemimpin untuk memastikan karyawannya dapat bekerja dengan efektif walaupun tidak berada di kantor.

Menetapkan peranan dan tujuan

Perpindahan ini menjadi peluang besar bagi pemimpin untuk meninjau dan memastikan setiap karyawan memahami tujuan tim, peran setiap individu, dan bagaimana setiap orang berkontribusi pada sebuah hasil. Pemimpin juga harus memastikan apakah ada pekerjaan dan peran yang berubah, jika ada pastikan dikomunikasikan dengan baik ke seluruh tim.

Menjadwalkan rapat secara reguler

Karena tidak rutin bertemu secara langsung di kantor, pemimpin harus menjadwalkan waktu untuk rapat bersama secara virtual. Dengan demikian satu sama lain bisa saling memberikan data atau informasi terbaru serta memastikan seluruh karyawan masih berada pada posisi yang sama. Tetapkan juga berapa kali dalam satu minggu untuk melakukan rapat bersama.

Jika Terpaksa Karyawan Harus Bekerja Dari Rumah Akibat Corona

Perbanyak komunikasi

Ketika tidak berkomunikasi secara langsung, potensi miskomunikasi dan salah pengertian akan semakin besar. Para pemimpin bisa membuat strategi komunikasi untuk mengurangi hal tersebut terjadi, dari alur komunikasi hingga saluran yang digunakan.

Selain itu, dalam perubahan kondisi dan tekanan akan penyebaran virus bisa membuat karyawan menjadi stres. Sebagai pemimpin jangan lupa berkomunikasi di level personal dengan karyawan, jangan hanya terhenti di persoalan pekerjaan saja.

Ketika stres dan tak bekerja maksimal, karyawan tersebut akan tidak produktif. Di sinilah peran pemimpin muncul untuk membantu sehingga semua bisa berjalan dengan baik.

Selamat mencoba!

Artikel ini tayang di https://prioritas.bca.co.id

Rekomendasi Artikel
Berita
Lindungi diri dan keluarga Anda dari risiko kesehatan dan jiwa dengan beragam produk Proteksi dari BCA AIA yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Berita
Anda pengusaha eksportir dan importir? Sudah tahu adanya PBI No. 21/14/PBI/2019 terbaru dengan menggunakan layanan SiMoDIS dari Bank Indonesia?
Berita
Kini perlindungan kesehatan makin tenang dengan asuransi tambahan Premier Hospital & Surgical (PHS+).
Berita

Top-Up Gopay atau LinkAja #DiRumahAja sekarang dibikin ringan sama BCA