Dirilis pada 16-04-2018

Ketahui Hal ini Sebelum Berinvestasi di Reksa Dana! (4)

Ketahui Hal ini Sebelum Berinvestasi di Reksa Dana! (4)

Sebagai salah satu instrumen investasi, reksa dana menawarkan imbal hasil (return) yang bervariasi tergantung profil risiko investasi dan jangka waktu. Terlepas dari hal tersebut, bila Anda berencana berinvestasi di instrumen ini, ada baiknya Anda mulai dengan mengetahui keuntungan dan risikonya.

Keuntungan Reksa Dana

Pengelolaan profesional

Manajer investasi (MI) yang berpengalaman akan mengawasi dan mengelola kekayaan Anda setiap hari dengan profesional. Dengan demikian, Anda terbebas dari pekerjaan administrasi dan pengamatan pasar.

Diversifikasi Investasi

MI dapat melakukan diversifikasi portofolio investasi untuk memperkecil risiko investasi yang timbul dengan kumpulan dana dari banyak investor.

Likuiditas

Pembelian dan penjualan kembali unit penyertaan bisa Anda lakukan kapan saja setiap hari bursa dan pencairan dana hasil penjualan kembali akan masuk ke rekening Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu maksimal 7 hari bursa.

Transparan

Anda akan mendapat informasi mengenai komposisi aset dan instrumen portofolio investasi, risiko yang dihadapi serta biaya-biaya yang timbul. Selain itu, untuk proses pembukuan dilakukan oleh pihak independen selain MI, yaitu Bank Kustodian dan wajib diperiksa Akuntan Publik yang terdaftar di OJK.

Potensi Pertumbuhan Nilai Investasi

Berkat akumulasi dana dari banyak investor, Reksa Dana punya kekuatan dalam memperoleh biaya investasi yang relatif rendah karena besarnya dana yang dikelola, serta akses pada instrumen investasi yang mungkin sulit dilakukan secara individual.

Hal ini memberi kesempatan yang sama pada seluruh Pemegang Unit Penyertaan untuk memperoleh hasil investasi yang menarik sesuai tingkat risiko.

Terjangkau & Bukan Objek Pajak

Dana awal dalam investasi Reksa Dana relatif kecil bila dibanding investasi secara langsung di pasar modal. Selain itu, hasil penjualan kembali dan keuntungan dari hasil investasi Reksa Dana bukan merupakan objek pajak.

Risiko Produk

Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan

Risiko ini timbul akibat perubahan kondisi pasar (misal, tingkat suku bunga, inflasi, dan lain-lain) yang mengakibatkan fluktuasi harga/tingkat pengembalian Efek. Wanprestasi dari pihak perusahaan Penerbit Surat Berharga atau pihak yang terkait Reksa Dana.

Force majeure yang dialami oleh Penerbit Surat Berharga atau pihak yang terkait dengan Reksa Dana sebagaimana diatur dalam peraturan di bidang pasar modal.

Risiko Perubahan Kondisi Politik dan Ekonomi

Kinerja usaha industri dipengaruhi kondisi perekonomian, kondisi peraturan dan iklim usaha bagi sektor usaha tersebut. Perubahan peraturan pemerintah terkait ekonomi makro, dunia usaha, dan perpajakan dapat memengaruhi kondisi perekonomian dan kinerja usaha industri yang kemudian memengaruhi tingkat pengembalian dan hasil investasi yang akan diperoleh Reksa Dana.

Risiko Likuiditas

Bila seluruh atau sebagian besar pemegang Unit Penyertaan secara serentak melakukan Penjualan Kembali kepada MI, maka hal ini dapat menyebabkan MI tak mampu menyediakan uang tunai seketika untuk melunasi Penjualan Kembali Unit Penyertaan tersebut.

Dalam hal ini terjadi keadaan-keadaan di luar kekuasaan (force majeure), MI dapat menolak Penjualan Kembali Unit Penyertaan sesuai ketentuan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan OJK.

Risiko Nilai Tukar

Risiko ini mungkin timbul karena berubahnya nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah.

Rekomendasi Artikel
Berita
Kebanyakan orang memiliki keinginan untuk dapat menyisihkan secara rutin dana yang dimilikinya, sehingga kelak di masa mendatang,
Berita
Terima kasih untuk Anda semua, para investor, yang telah melakukan pemesanan dan pembayaran SBR004 yang dibuka sejak 20 Agustus – 13 September 2018.
Berita
Terima kasih atas partisipasi kamu dalam kompetisi "Best Selfie Contest with Sakuku BCA"
Berita
Saat ini penawaran obligasi pemerintah Savings Bond Ritel Seri - SBR004. yuk manfaatkan waktu tersisa karena penawaran investasi ini akan berakhir pada.