Dirilis pada 05-12-2017

Dalam Bisnis, Teknologi Lama Tidak Bisa Dihilangkan Begitu Saja

Banyak hal terjadi dalam satu dekade terakhir. Baik perkembangan teknologi maupun perkembangan bisnis. Di era disrupsi seperti saat ini, tantangan terbesar bisnis konvensional salah satunya berasal dari perusahaan rintisan yang terus bermunculan. 

Hal tersebut akhirnya membuat tiap perusahaan harus melakukan inovasi guna mempertahankan daya saing di pasar. Meski demikian, bukan berarti produk atau teknologi yang sudah ada lantas ditinggalkan begitu saja. 

Dalam seminar Infobank How Leadership Accelerates Transformasion In Banking, Presiden Direktur PT Bank Cental Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa harus tetap ada penyeimbang dalam perkembangan perusahaan. 

“Bank berbeda dengan perusahaan rintisan finacial technology (fintech). Kalau fintech, setelah melakukan desain (produk) kemudian selesai. Sedangkan bank berbeda. Bank tidak bisa hanya fokus pada milenial karena masih ada generasi X dan baby boomer. Jadi tetap harus ada penyeimbang dalam perkembangan,” ungkap dia. 

Menurut Jahja, teknologi lama yang sudah ada lebih dulu tetap tidak bisa dihilangkan karena pengguna yang beragam. “Teknologi lama tidak bisa dihilangkan, tetap harus dipertahankan. Teknologi baru pun belum tentu mampu membuat proses menjadi efisien,” kata dia. 

Meski demikian, Jahja mengaku bahwa pihaknya tetap perlu mengenal fintech. “Kita harus mengenal fintech mana yang berpotensi menjadi pesaing dan mana yang bisa menjadi sahabat. Karena, cuma fintech yang bisa menjual masa depan. Jadi, harus tetap mau belajar,” pungkasnya. 

Sumber: SmartMoney

Rekomendasi Artikel
Berita
Banyak hal terjadi dalam satu dekade terakhir. Baik perkembangan teknologi maupun perkembangan bisnis.
Berita
Bank BCA memahami benar akan kebutuhan dan perwujudan bisnis online.
Berita
Masyarakat yang berdomisili di area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Bangkalan, Jombang, Lamongan dan Tuban
Berita
PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) bergabung dalam kredit sindikasi pembangunan proyek kelistrikan yang dilakukan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN).