Dirilis pada 08-11-2017

BCA Salurkan Kredit Pembangunan Tol Japek II

BCA Salurkan Kredit Pembangunan Tol Japek II

Bank BCA terus memberikan dukungan terhadap proyek infrastruktur di Indonesia. Hal ini dibuktikan BCA dengan menyalurkan kredit sindikasi kepada PT Waskita Karya selaku kontraktor resmi Jalan Tol Cikampek II Elevated senilai Rp 1,44 triliun dari jumlah total plafon pembiayaan sebesar Rp5,14 triliun bersama institusi keuangan lainnya.

Dengan total nilai proyek konstruksi jalan tol sebesar Rp13,53 triliun, PT Waskita Karya Tbk membentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Acset Indonusa Tbk menjadi kontraktor dalam pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II (Japek II) Elevated yang merupakan proyek dari PT Jasamarga Jalan layang Cikampek sepanjang 36,84 kilometer yang menghubungkan Cikunir-Karawang Barat dan langsung terhubung dengan tol TransJawa.

Perjanjian Kredit Sindikasi ini ditandatangani oleh Senior Vice President Corporate Banking BCA Yuli Melati, Senior Vice President Corporate Finance BCA Susiana Santoso, Head of Corporate Branch BCA Dhejani Surjadi, dan disaksikan oleh Senior Executive Vice President BCA Wira Chandra. 

Saat ini pembangunan Japek II sudah mulai dikerjakan dan jika tidak ada aral merintang pembangunan Japek II akan selesai pada Maret 2019.

Hingga September 2017, Yuli mengatakan bahwa BCA telah menyalurkan kredit di bidang infrastruktur sebesar Rp25 triliun (outstanding), mulai dari jalan tol, pembangkit listrik, kereta api dan juga tenaga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Rekomendasi Artikel
Berita
Masyarakat yang berdomisili di area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Bangkalan, Jombang, Lamongan dan Tuban
Berita
PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) bergabung dalam kredit sindikasi pembangunan proyek kelistrikan yang dilakukan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Berita
Ekonomi disruptif membuat siapa saja yang ingin bertahan harus siap menghadapi persaingan.
Berita
Saat ini persaingan di pasar tenaga kerja semakin sengit. Terlebih, daya serap terhadap tenaga kerja jauh lebih sedikit dibanding pasokan tenaga kerja itu sendiri.