Dirilis pada 23-08-2017

Waspada, Jangan Mudah Melakukan Transfer Dana

Waspada, Jangan Mudah Melakukan Transfer Dana

Jakarta, Agustus 2017

Modus penipuan semakin berkembang. Sejak beberapa waktu lalu, penipuan via sms menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat setelah kasus 'mama minta pulsa' memakan banyak korban.

Kejahatan tipu-tipu melalu sms ini terus bertransformasi dengan beragam modus. Ketika minta pulsa sudah tak mempan mengelabui masyarakat, para pelaku mengubah modusnya dengan mengirimkan sms undian berhadiah, pelunasan kartu kredit dengan bunga rendah, dan modus-modus lainnya.

Upaya tipu-tipu ini pun masih saja memakan korban. Melansir Kumparan, November 2016, Polda Metro Jaya berhasil meringkus 10 orang pelaku kejahatan sms tipu-tipu yang dikepalai seorang pria bernama Amril, warga Sidrap, Sulawesi Selatan. Amril cs ditangkap karena menipu banyak orang dengan modus sms 'anak anda masuk rumah sakit'.

Tak tanggung-tanggung, selama 5 tahun melakukan aksi kejahatan, sudah tak terhitung rupiah yang berhasil dikeruk Amril cs dari para korban. Modus mereka pun terbilang sangat rapi, karena ada yang berperan sebagai polisi yang menghubungi korban, menyamar menjadi pihak rumah sakit, ada pula yang bertugas menjemuput uang transferan korban dari mesin ATM.

Dari kejahatannya, Amril pun menikmati hidup mewah. Selain mampu menyewa sebuah apartemen di kawasan Cibubur, Jakarta Timur sebagai tempat melakukan kejahatannya, Amril dapat membeli sebuah mobil dan membangun rumah di kampung halamannya, Sidrap.

Para penipu ini memiliki seribu satu cara untuk meraup keuntungan dari korbannya. Tak mempan menggunakan sms, mereka menggunakan cara lain. Agar berhasil dalam melakukan aksi tipu-tipu, mereka menipu korban dengan terlebih dahulu meretas informasi dan identitas korban terlebih dahulu.

Waspada, Jangan Mudah Melakukan Transfer Dana

Agar terhidar dari aksi tipu-tipu ini, pastikan Anda selalu waspada, khususnya saat melakukan transaksi perbankan. Anda perlu ingat, setiap transaksi transfer adalah proses pemindahan dana, sehingga saldo akan berkurang dan dana akan berpindah ke rekening tujuan.

Demi menghindari kesalahan atau kelalaian pada fitur ”transfer dana”, kenali dan pastikan transaksi yang hendak Anda lakukan sebelum mengeksekusinya.

Jangan lupa, PIN yang diberikan perbankan juga bersifat pribadi dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk PIN ATM, PIN ponsel, PIN aplikasi perbankan, Kode Akses, dan OTP (One Time Password) untuk transaksi online.

Selalu tingkatkan kewaspadaan terhadap oknum tidak bertanggung jawab. Bila Anda mulai merasa curiga, segera hubungi Halo BCA 1500888 atau cukup mention akun Twitter: @HaloBCA.

Sumber: website BCA Prioritas

Rekomendasi Artikel
Berita
Dukungan Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh pemerintah ternyata juga dilakukan oleh BCA Syariah dengan meluncurkan kartu Flazz BCA Syariah.
Berita
Saat ini keberadaan BPJS Kesehatan sudah menjadi salah satu bagian penting bagi masyarakat.
Berita
Di Hari Pelanggan Nasional, Senin (4/9) kemarin, Bank BCA turut memberikan apresiasi bagi nasabah atas kesetiaan dalam menggunakan layanan dan produk perbankan BCA.
Berita
Bagi pelaku bisnis istilah networking atau jaringan sudah tidak asing lagi, karena semakin luas networking maka bisnis Anda pun akan semakin berkembang.