• Debit BCA

    Satu Kartu, untuk Berbagai Aktivitas dan Keperluan

Kenali Layanan

Kartu Debit BCA memberikan kemudahan transaksi bagi setiap nasabah Tahapan.  Kartu ini, selain berfungsi sebagai ATM juga nyaman digunakan untuk berbelanja di berbagai merchant favorit Anda.

Keunggulan
  • Berbelanja menjadi lebih praktis karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.
  • Transaksi belanja menjadi lebih mudah karena tidak ada uang kembalian berupa uang recehan.
  • Otorisasi transaksi berbelanja di EDC BCA dengan PIN (Personal Identification Number) yang hanya diketahui oleh Anda sendiri. Belanja lebih aman.
  • Puluhan ribu merchant bertanda Debit BCA tersebar di seluruh Indonesia menerima transaksi belanja Anda.
  • Setiap transaksi belanja dengan Debit BCA akan tercatat dalam Mutasi Transaksi, sehingga Anda mudah menelusuri kapan Anda membelanjakan uang.
  • Sekarang Debit BCA dapat digunakan untuk melakukan pembayaran Penerimaan Negara di lokasi-lokasi tertentu. Daftar lokasi dapat dilihat di sini
Perlu Diketahui

Limit Transasksi Debit BCA

Jenis Kartu

(ATM/Paspor)

Platinum

Gold/Tapres

Silver

Limit Debit BCA

Rp 100 Juta

Rp 50 juta

Rp 25 juta

Penting:
Apabila terjadi gangguan pada EDC atau sarana komunikasi (
linetelepon, GPRS, dll) di merchant, maupun gangguan pada sistem BCA, maka transaksi Debit tidak dapat dilakukan.

Dapatkan Layanan

Kemudahan berbelanja bisa dinikmati cukup dengan membuka rekening Tahapan BCA, Tahapan Xpresi, atau Tapres, Anda akan memperoleh kartu yang selain sebagai kartu ATM, juga bisa berfungsi sebagai Kartu Debit untuk berbelanja.

Rekomendasi Artikel
Berita
Masyarakat yang berdomisili di area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Bangkalan, Jombang, Lamongan dan Tuban
Berita
PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) bergabung dalam kredit sindikasi pembangunan proyek kelistrikan yang dilakukan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Berita
Ekonomi disruptif membuat siapa saja yang ingin bertahan harus siap menghadapi persaingan.
Berita
Saat ini persaingan di pasar tenaga kerja semakin sengit. Terlebih, daya serap terhadap tenaga kerja jauh lebih sedikit dibanding pasokan tenaga kerja itu sendiri.