BCA Berkomitmen Bantu Pengembangan Infrastruktur
Jakarta, 12 April 2012
BCA sebagai salah satu bank terbesar di tanah air siap mendukung kalangan pebisnis mendukung berbagai infrastruktur vital.
Prospek bisnis infrastruktur di Indonesia masih akan terus tumbuh. Hal ini terlihat dari berbagai pembangunan infrastruktur vital seperti jalan tol, pelabuhan, pembangkit tenaga listrik, dan bandar udara.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, pihaknya memiliki komitmen tinggi untuk turut serta mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Selama ini BCA telah berperan membantu perekonomian di Indonesia dari segi infrastruktur. Ada beberapa proyek yang telah kami biayai dan mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi di masa mendatang,” kata Jahja dalam sambutannya di kegiatan Business Gathering BCA di Baliroom, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin, 2 April 2012.
Di dalam kegiatan yang dihadiri jajaran top management berbagai perusahaan ternama di Indonesia yang juga merupakan mitra bisnis BCA ini, Jahja memaparkan, perekonomian di Asia, khususnya Indonesia, tumbuh sangat bagus meski di Eropa dan Amerika Serikat sedang terjadi gejolak. Bahkan, khusus untuk Indonesia, perkembangan ekonominya termasuk yang paling bagus di Asia, di bawah Cina dan India. “Situasi perekonomian yang relatif stabil ini tentu menjadi peluang bagus untuk Indonesia dalam membangun infrastruktur,” ujar Jahja.
Jahja berharap BCA Corporate Gathering menjadi ajang silaturahmi antarsesama pelaku bisnis di berbagai bidang, khususnya infrastruktur, sehingga membuka kemungkinan bisnis baru antarpelaku bisnis. Saat ini, beberapa proyek pembangunan infrastruktur telah masuk dalam pipeline kredit korporasi perseroan BCA. Diantaranya adalah pembangunan infrastruktur bandar udara dan jalan tol. “Kami telah menyiapkan dana untuk berpartisipasi dalam pembangunan bandar udara di sejumlah kota dan pembangunan infrastruktur lainnya,” ucap Jahja.
Dalam kesempatan itu, anggota Badan Pengatur Jalan Tol Prof Agus Sidharta, salah satu pembicara, mengungkapkan pertumbuhan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol masih akan sangat tinggi. “Prospek jangka panjang infrastruktur masih sangat bagus,” ungkap Agus.
Saat ini, kata Agus, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sedang mempersiapkan tender investasi senilai sekitar Rp 24 triliun untuk jalan tol seperti Medan-Tebingtinggi-Kualanamu, Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Cileunyi-Dawuan, Pasirkoja-Soreang dan Pandaan-Malang. “Mudah-mudahan BCA tertarik dalam pembiayaan proyek-proyek jalan itu,” kata Agus.
Komisaris Independen BCA Raden Pardede juga sangat optimistis sektor infrastruktur masih akan terus tumbuh di masa mendatang. Alasannya, karena adanya beberapa poin penting. Antara lain, adanya potensi besar karena infrastruktur masih sangat kurang. Lalu, adanya dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah, kalangan perbankan, dan masyarakat. “Kita ketahui moda transportasi (darat, laut dan udara) berkembang sangat cepat, sehingga kebutuhan infrastruktur yang memadai memang sangat dibutuhkan,” kata Raden.
BCA Corporate Gathering ini juga dimanfaatkan BCA untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan khusus untuk korporat dari BCA maupun anak perusahaannya seperti produk-produk cash management termasuk KlikBCA Bisnis, KKB BCA melalui Car Ownership Program (COP) dan fasilitas BCA Finance, produk asuransi dari PT Central Sejahtera Insurance, kartu Flazz dengan fasilitas fleet khusus untuk memudahkan pengelolaan biaya operasional transportasi hingga kartu kredit Corporate Card yang diperuntukkan bagi perusahaan untuk mengatur cash flow bisnis perusahaan.-Majalah Tempo-